Moeldoko: Presiden Jokowi Hanya Tinggal Teken Naskah UU Omnibus Law

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Hanni Sofia/Antara)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Hanni Sofia/Antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Sampai saat ini publik masih mencari draf UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah dikirimkan oleh DPR kepada pemerintah. Karena draft itu belum bisa diakses oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan dalam waktu dekat draf UU tersebut akan bisa diakses oleh masyarakat.‎ Hal ini karena tinggal menunggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatagani UU tersebut.

“Ya tinggal menunggu waktu dalam beberapa saat. Setelah ditandatangani beliau (Presiden Jokowi-Red),” ujar Moeldoko kepada wartawan‎, Kamis (22/10).

Moeldoko berujar, setelah Presiden Jokowi menandatangani draft UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut diteken. Maka proses selanjutnya adalah dicantumkan dalam lembaran negara sehingga dipublikasikan ke publik. “Jadi segera diundangkan dalam lembaran negara,” katanya.

Mantan Panglima TNI tersebut menambahkan dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan draf UU Omnibus Law Cipta Kerja diberikan kepada kelompok-kelompok strategis. Sehingga bisa melihat substansinya.

“Jadi mendistribukan pada kelompok-kelompok strategis baik pada NU, Muhamadiyah dan lain-lain, pada berbagai lingkungan untuk bisa melihat substansinya,” ungkapnya.

Moeldoko menuturkan memang banyak disinformasi mengenai UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut. Namun pemerintah akan terus melakukan sosialiasi. Sehingga masyarakat bisa mengerti yang dilakukan pemerintah untuk masyarakat.

“Kita bekerja keras menginformasikan pada publik sehingga memliki pemahaman yang sama bahwa UU Cipta Kerja sungguh untuk masa depan kita,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 22 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami