Mohammad Tsani Annafari Ikut Ajukan Mundur dari Jabatan Penasihat KPK Jilid IV

Penaihat KPK Mohammad Tsani Annafari (tengah), usai dilantik beberapa waktu lalu (Humas KPK For JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Usai terpilihnya lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2019-2023 yang dikomandoi Irjen Firli Bahuri, sejumlah petinggi KPK menyatakan mundur dari jabatannya. Kini, penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari mengajukan surat pengunduran diri.

Sebelum Tsani, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang terlebih dahulu menyatakan sikap tegas untuk mundur dari kursi pimpinan KPK periode 2015-2019. Sikap kekecewaan ini tidak lain muncul karena pemerintah menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang KPK dan terpilihnya Capim KPK bermasalah.

“Saya sudah ajukan surat mundur, tapi proses masih di pimpinan dan sementara itu saya masih akan bekerja seperti biasa,” kata Tsani saat dikonfirmasi, Jumat (13/9).

 

Saut Situmorang Mundur Dari Jabatan Wakil Ketua KPK Jilid IV

Tsani menyampaikan pengunduran diri itu melalui surat elektronik (e-mail) kepada seluruh pegawai KPK. Tsani sebelumnya sudah sempat menyatakan akan mengundurkan diri bila ada orang yang cacat etik terpilih sebagai pimpinan KPK 2019-2023.

“Saya keluar untuk menjaga semangat. Sebelum pimpinan dilantik, saya akan langsung mundur,” ucap Tsani.

Tsani lantas mengibaratkan orang yang telah melanggar etik di KPK seperti politikus yang telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT), kemudian terpilih kembali menjadi kepala daerah. Kini, hal itu pun terjadi di lembaga antirasuah.

“Ternyata di negeri ini tidak hanya bupati yang sudah di-OTT saja yang bisa terpilih, tetapi orang yang sudah dinyatakan secara terbuka memiliki catatan pelanggaran etik berat pun bisa memimpin lembaga antikorupsi,” ucap Tsani.

Tsani pun berharap agar para pegawai KPK dapat melakukan yang terbaik untuk menjaga marwah lembaga dan menjaga agar api antikorupsi tidak padam.

“Saya tetap bersemangat, bahkan pagi ini sebelum pukul 07.00 saya sudah ada di ruangan. Saya akan selalu bangga dan bahagia melayani Anda, baik selama berada di KPK maupun kelak nanti jika Saudara tidak di KPK,” tegas Tsani.

“I’ll always be with you till the end to #SAVEKPK. With love and respect, MTA,” tutup Tsani dalam surat tersebut.

Komisi III DPR RI telah memilih lima nama pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Firli Bahuri, sosok yang berlatar belakang profesi polisi dan pernah menjadi deputi penindakan KPK dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjadi dua calon yang terpilih.

Tiga nama lainnya adalah Lili Pintauli Siregar yang merupakan seorang advokat, Nawawi Pomolango yang berlatar belakang profesi hakim pengadilan tinggi, serta Nurul Ghufron yang merupakan seorang akademisi. (jp)

 

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 13 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami