MUI: Jangan Kaitkan Cadar, Celana Cingkrang dan Jenggot sebagai Teroris

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta semua pihak agar tidak menyederhanakan teroris dengan penampilannya, seperi celana cingkrang, cadar, jenggot, apalagi agama yang dianutnya. Demikian ditegaskan oleh Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan.

“Dengan kasus ini jangan menyederhanakan masalah penanganan terorisme di Indonesia hanya dengan menuduh pakai cadar, celana cingkrak, jenggot, ini justru memperkeruh masalah. Lagi-lagi ini tuduhan yang tak berdasar.

Oleh sebab itu semua pihak di masyarakat jangan terkecoh melihat masalah terorisme di permukaan saja,” ujar Amirsyah lewat keterangan tertulisnya, dikutip Ahad (4/4).

Amirsyah menegaskan bahwa teroris tidak ada hubungan dengan agama apa pun. “Tindakan terorisme tidak ada hubungannya dengan ajaran agama manapun,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, teroris lokal di Amerika Serikat yang menyerang masyarakat dengan penembakan massal, tidak dikaitkan dengan agamanya

“Sekadar contoh terorisme dengan penembakan massal yang terjadi di El Paso, Texas, pada Minggu (4/8/2019) lalu diselidiki sebagai kasus serangan teroris domestik oleh para pejabat federal Amerika. Serangan yang menewaskan 22 orang itu telah memperbarui perdebatan tentang bagaimana melawan teroris domestik di Amerika,” ucapnya.

Oleh karena itu, Amirsyah bilang masalah terorisme membutuhkan penanganan yang komprehensif dan integral serta ekstra hati-hati, baik ekstremisme kiri dalam bentuk liberalisme-sekularisme maupun kanan dalam bentuk menyalahgunakan agama untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

“Oleh sebab itu munculnya kelompok yang akan menebarkan ketakutan seperti gerakan terorisme akhir-akhir ini harus segera diakhiri,” ungkapnya. (dal/fin). 

  • Dipublish : 4 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami