MUI Jawa Timur Larang Ucapkan Salam untuk Semua Agama saat Pidato

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA- Majelis Ulama Undonesia Jawa Timur, mengeluarkan imbauan kepada ummat Islam dan pejabat publik, agar menghindari ucapan salam menggunakan salam dari agama lain saat berpidato di acara-acara resmi.

Imbauan ini tertuang dalam surat edaran yang bernomor 110/MUI/JTM/2019 dan ditandatangani oleh Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

“Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bidah, yang tidak pernah ada di masa lalu. Minimal mengandung nilai syubhat, yang patut dihindari,” tulis surat edaran tersebut.

Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori mengtakan, imbauan tersebut dikeluarkan setelah dilakukan rapat kerja nasional (Rakernas) MUI di NTB beberapa waktu lalu.

“Ini (hasil) pertemuan MUI di NTB ada rakernas rekomendasinya, itu tidak boleh salam sederet itu semua agama yang dibacakan oleh pejabat,” kata Abdusshomad kepada wartawan.

Dia menjelaskan, salam bagi ummat Islam adalah doa. Dan doa adalah Ibadah.

“Salam, Assalamualaikum itu doa, salam itu termasuk doa dan doa itu ibadah. Sehingga kalau saya menyebut Assalamualaikum itu doa semoga Allah SWT memberi keselamatan kepada kamu sekalian dan itu salam umat Islam,” kata dia. (fin)

  • Dipublish : 11 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami