Mulai Nggak Nyaman, Kenali Ciri-ciri Shockbreaker Mobil Bermasalah

ILUSTRASI. Pengecekan dan peremajaan kaki-kaki mobil. (RianAlfianto/JawaPos.com)
ILUSTRASI. Pengecekan dan peremajaan kaki-kaki mobil. (RianAlfianto/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Shockbreaker yang bermasalah akan membuat kenyamanan berkendara terganggu. Mobil akan terasa tidak halus jalannya, dan ini berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang. Biasanya, ciri shockbreaker mobil rusak bisa dilihat dari kondisi mobil saat berjalan.

Sering dianggap sepele, peran shockbreaker justru sangat vital. Seperti namanya, alat ini punya fungsi untuk meredam kejut dan merupakan alat yang diperlukan untuk meredam guncangan ketika mobil sedang berjalan.

Dengan adanya shockbreaker ini, mobil menjadi lebih stabil saat ada guncangan, misalnya di jalan yang tidak rata. Adanya kerusakan pada alat ini dapat diketahui dengan melihat tanda-tanda yang terjadi.

Seiring usia pemakaian dan gaya berkendara, ada beberapa tanda yang bisa dikenali ketika shockbreaker pada mobil mulai mengalami kerusakan. Dirangkum dari laman resmi Suzuki, Rabu (9/3), berikut ciri-ciri shockbreaker mobil mulai rusak.

Posisi mobil tidak seimbang atau miring

Pertama, yang bisa dikenali saat shockbreaker mobil mulai rusak adalah bisa dilihat ketika mobil sedang diparkir di tempat yang rata. Pada posisi ini akan terlihat, posisi mobil tidak seimbang, dan terlihat seperti tinggi sebelah atau miring ke salah satu sisi.

Ada cara lain yang bisa digunakan untuk mengetahuinya. Cara lain untuk mengetahuinya adalah dengan melihat jarak antara ban dan spakbor, pada saat mobil diparkir di tempat yang rata.

Biasanya, jarak setiap roda dengan spakbor tidak sama atau berbeda-beda, hal ini menandakan, kondisi shockbreaker mengalami kerusakan. Yang sering terjadi, shockbreaker yang sering mengalami kerusakan adalah di bagian kiri.

Hal ini terjadi karena mobil sering meredam hentakan keras berkali-kali, akibat kondisi jalan yang tidak rata. Berjalan di lajur kiri menyebabkan shockbreaker di bagian kiri lebih sering rusak.

Kondisi ban aus dan tidak merata

Shockbreaker yang mengalami kerusakan juga bisa mengakibatkan ban mobil menjadi cepat aus dan akhirnya tidak rata. Bagian ban yang aus ini bisa terjadi pada sisi luar ban, dan bisa juga di bagian dalam.

Lebih parah lagi, aus pada ban juga bisa terjadi pada beberapa ban sekaligus. Ban aus ini terjadi akibat pemasangan kaki-kaki shockbreaker secara keseluruhan yang kurang pas.

Hal ini mengakibatkan fungsi shockbreaker menjadi lemah. Aus pada ban yang terjadi pada bagian dalam biasa disebut camber negatif. Sebaliknya, bila terjadi pada bagian kanan disebut camber positif.

Untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, bisa dilakukan dengan spooring. Apabila aus sudah parah, sebaiknya ban segera diganti dengan yang baru. Apalagi karena mengendarai mobil dengan kondisi ban aus, bisa membahayakan keselamatan.

Oli shockbreaker bocor

Selain masalah ban, oli shockbreaker juga bisa jadi penyebabnya. Ciri-ciri shockbreaker mobil rusak, juga ditunjukkan dengan adanya cairan oli yang merembes keluar.

Keadaan ini terjadi akibat adanya kebocoran pada dinding tabung shockbreaker akibat tabung tergores, sehingga cairan bisa merembes. Kerusakan ini terjadi pada mobil dengan suspensi fluida.

Kebocoran yang mengakibatkan oli merembes ini bisa disebabkan oleh seal yang robek akibat kotoran yang mengeras, dan bisa juga disebabkan oleh kebocoran pada tabung shockbreaker. Kondisi ini bisa terjadi akibat beban berlebihan saat melewati jalan yang rusak.

Tergoresnya tabung shockbreaker juga bisa terjadi ketika kondisi ban aus, sehingga sulit menjaga keseimbangan ketika berbelok. Selain itu, memaksakan setir berputar saat berbelok, juga bisa mengakibatkan tabung shockbreaker tergores dan akhirnya mengalami kebocoran.

Limbung

Kerusakan pada shockbreaker juga bisa dilihat dan dirasakan saat mobil sedang berjalan dan melewati jalan bergelombang atau tidak rata. Pada kondisi ini, mobil biasanya akan terasa berayun ke kanan dan ke kiri atau biasa disebut limbung dan membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk bisa kembali stabil.

Untuk memastikan apakah shockbreaker mobil memang bermasalah atau tidak, bisa dilakukan dengan mencoba melewati halangan berupa polisi tidur. Efek yang diberikan juga ternyata cukup berbahaya. Apabila mobil terasa berayun hingga tiga kali, maka bisa dipastikan, shockbreaker bermasalah atau mengalami kerusakan.

Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi pada kondisi shockbreaker yang seperti ini, bisa menyebabkan mobil seperti melayang dan sulit untuk dikendalikan. Hal ini bisa membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang mobil karena bisa menyebabkan kecelakaan.

Bunyi kasar

Terakhir, yang bisa dikenali saat kondisi shockbreaker mobil mulai rusak dan bermasalah adalah apabila sedang mengendarai mobil terdengar suara benturan pada bagian kaki-kaki, itu tandanya shockbreaker sedang bermasalah. Hal ini sering terjadi saat mobil melewati jalan yang tidak rata, dan terdengar ada suara seperti roda menghantam jalan yang keras.

Suara hantaman tersebut bisa terjadi akibat karet support pada shockbreaker yang rusak, dan akhirnya piston shockbreaker menyentuh dasar. Untuk memastikan apakah hal tersebut benar disebabkan shockbreaker yang rusak, Anda bisa langsung mendatangi bengkel. (jpc/jm)

  • Dipublish : 9 Maret 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami