Nama Prabowo Bakal Diumumkan Sebagai Menteri

FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK. MOMENT PERTEMUAN PRESIDEN JOKOWI PRABOWO SUBIANTO Moment pertemuan presiden Jokowi dan Prabowo di stasiun MRT, Jalarta, (13/7). Pertemuan ini menunjukan sudah tidak ada kubu 01 dan 02 karna kita merah putih, dan tidak ada kelompok cebong dan kelompok kampret karna kita semua Garuda Pancasila ujar Pak Jokowi ke awak media.
FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK. MOMENT PERTEMUAN PRESIDEN JOKOWI PRABOWO SUBIANTO Moment pertemuan presiden Jokowi dan Prabowo di stasiun MRT, Jalarta, (13/7). Pertemuan ini menunjukan sudah tidak ada kubu 01 dan 02 karna kita merah putih, dan tidak ada kelompok cebong dan kelompok kampret karna kita semua Garuda Pancasila ujar Pak Jokowi ke awak media.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Presiden Joko Widodo akan mengumumkan nama menteri di Kabinet Kerja II pada Senin (21/10). Salah satu nama yang akan mengisi posisi menteri adalah rivalnya pada Pilpres 2014 dan 2019, yaitu Prabowo Subianto.

Politisi Gerindra Fadli Zon mengatakan kemungkinan besar nama Katua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan diumumkan mengisi jabatan menteri di kabinet Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

“Nanti kita lihat saja,” kata Fadli di Gedung Parlemen Jakarta, Minggu (20/10), sesaat menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Sinyal menerima posisi menteri di kabinet Kerja II terungkap saat Prabowo pernah bercerita soal mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln yang memberi jabatan pada lawan politiknya William Seward. Cerita tersebut disampaikannya di Hambalang beberapa waktu lalu.

“Itu perumpamaan bahwa di dalam politik ada kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan nasional, kadang-kadang kita harus mengorbankan kepentingan kelompok, kepentingan partai untuk kepentingan yang lebih besar, itu maknanya,” kata Fadli.

Fadli menambahkan, jabatan menteri merupakan hak presiden terpilih Jokowi, sehingga apakah Gerindra akan mendapatkan kursi menteri atau tidak, akan diserahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

“Saya kira kalau soal kementerian itu kan urusan presiden, jadi saya kira menteri itu kan pembantunya presiden, jadi kita serahkan kepada Presiden Jokowi untuk bentuk kabinet,” kata Fadli.

Sementara, dalam menentukan posisi Gerindra sebagai koalisi atau mitra kritis, Fadli menegaskan bahwa hal tersebut dia serahkan pada Prabowo Subianto.

“Ya belum tahu, kita lihat nanti semuanya dari sisi Gerindra, kita sudah serahkan kepada Pak Prabowo untuk mengambil sikap, baik itu berkoalisi atau berada di luar pemerintah,” tambah Fadli.

Pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo berharap Jokowi memilih dan menempatkan orang-orang profesional dalam kabinet kepemimpinan 2019-2024.

“Orang-orang profesional khususnya di kementerian strategis sangat diperlukan untuk mewujudkan program Presiden Jokowi dalam pidatonya menyatakan harus kerja dan kerja cepat untuk membangun Indonesia,” ujar Wahyu.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU itu mengakui Presiden Jokowi akan sulit terbebas dari penempatan orang-orang partai untuk didudukkan sebagai menteri.

Tetapi, Jokowi harus berani meminta atau mengambil orang-orang yang bagus atau memiliki keahlian di bidang yang sesuai dengan kementerian.

“Partai pun harus bisa memahami bahwa kadernya yang terpilih tidak lagi sibuk mengikuti kegiatan partainya, apalagi mementingkan partainya,” katanya pula.

Kader partai dan jabatan menteri, tidak bisa dikerjakan secara bersamaan karena akan benturan kepentingan partai dan ujungnya akan merugikan rakyat.

Menurut dia, Presiden Jokowi harus lebih ekstra hati-hati menyusun kabinetnya, mengingat harapan pada Jokowi yang lebih besar dalam mewujudkan kemajuan Indonesia.

Diketahui, Presiden Jokowi akan mengumumkan nama-nama menteri dalam kabinetnya pada Senin, 20 Oktober 2019 pagi hari.

“Sudah rampung, sudah selesai, nanti besok (Senin -red) pagi saya kenalkan,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, sebelum pelantikan.

“Besok pagi saya kenalkan, karena nanti sorenya, Pak KH Maruf Amin harus ke Jepang untuk menghadiri penobatan kaisar ke Jepang,” tambah Presiden.

Jokowi juga mengatakan ada beberapa menteri lama yang dipertahankan untuk melanjutkan kerja pada periode selanjutnya. Tapi lebih banyak wajah baru yang akan menempati posisi strategis.

“Masih banyak (yang lama). Tapi yang baru lebih banyak,” ujar Jokowi.

Terkait pelantikan Jokowi tidak menyebutkan secara pasti. Dia hanya menyampaikan pelantikan para menteri kabinet barunya bisa berlangsung pada Senin (21/10), atau Selasa (22/10), atau Rabu (23/10).

“Setelah dikenalkan, ya dilantik, bisa hari Senin, bisa hari Selasa, bisa hari Rabu,” katanya.

(gw/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 21 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami