Napi di Taiwan Ditugaskan Membuat Masker

PEKERJA DARI PENJARA: Para napi di penjara Taoyuan, Taiwan, menjahit masker sambil diawasi sipir (Sam Yeh / AFP)
PEKERJA DARI PENJARA: Para napi di penjara Taoyuan, Taiwan, menjahit masker sambil diawasi sipir (Sam Yeh / AFP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

TAIWAN,– Yuh berkonsentrasi penuh. Tangannya dengan lihai menjahit kain seukuran telapak tangan. Yuh dan puluhan tahanan di penjara Taipei, Taiwan, saat ini ditugaskan untuk membuat masker kain. Masker itu dijual murah kepada penduduk untuk menekan angka penularan virus korona jenis baru yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.

”Setiap kali menjahit masker, saya berpikir bahwa ini bisa membawa keselamatan untuk keluarga saya,” ucap tahanan 50 tahun itu.

Taiwan adalah salah satu negara yang cepat tanggap menghadapi Covid-19. Mereka langsung menutup perbatasan dan melakukan pemeriksaan ketat ketika wabah di Tiongkok mulai membesar. Karena itulah, hanya ada 48 kasus dan satu kematian di negara tersebut.

Pemerintah juga mengatur pembelian masker untuk menghindari panic buying. Setiap orang hanya boleh membeli tiga masker operasi dalam sepekan. Agar tahan lama, masker itu dilapisi masker kain yang dibuat para tahanan tersebut.

Per hari para narapidana itu membuat sekitar seribu masker kain. Satu paket yang berisi lima masker dijual TWD 25 atau setara Rp 11 ribu. Para narapidana yang membuat juga mendapatkan bagian dari penjualan.

Taiwan, Singapura, dan Hongkong bisa menjadi contoh nyata bahwa penanganan yang cepat dan terkoordinasi bisa menekan penularan Covid-19. Thomas Bossert, mantan penasihat keamanan dalam negeri Presiden AS Donald Trump, menegaskan bahwa penundaan dua pekan bisa menjadi perbedaan besar antara sukses atau gagal. Dia mencontohkan Italia yang terlambat menangani sehingga berujung pada isolasi satu negara. (jp/jm)

  • Dipublish : 13 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami