Nasabah Jiwasraya Berharap Pencairan Dana Pada Maret Bukan Sekadar Janji Belaka

Para nasabah Jiwasraya yang hendak melakukan audiensi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (6/2). (Saifan Zaking/JawaPos.com)
Para nasabah Jiwasraya yang hendak melakukan audiensi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (6/2). (Saifan Zaking/JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir berencana untuk mengembalikan dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang sudah jatuh tempo pada Maret mendatang. Hal itupun disambut baik oleh para nasabah.

Salah satu nasabah yang hadir Ida Tumota mengungkapkan kebahagiannya atas komitmen yang disampaikan oleh Erick beberapa waktu yang lalu. Namun, dia berharap, pernyataan Erick itu bukan sekadar janji belaka.

“Terima kasih kalau memang ada janji dari Bapak BUMN dengan semangat jiwa mudanya. Tapi, kami berharap itu semua bukan janji,” terangnya di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (6/2).

Sebab pengembalian uang nasabah juga perlu persetujuan dari pihak Kemenkeu. Bahkan, skema pembayaran uang nasabah juga masih simpang siur.

“Katanya mungkin dicicil, katanya lagi ada batasan yang dibayar, sehingga kami bingung yang benar yang mana. Dicicil sampai kapan? Dibatasi sampai kapan? Lalu kalau kita-kita yang uangnya agak gedean, enggak dibayar? Enak banget,” tutur dia.

Nasabah lain, Machril menyoroti rencana efisiensi Jiwasraya. Menurutnya, langkah itu percuma dilakukan, sebab asuransi pelat merah tersebut sudah jatuh terlalu dalam.

“Efisiensi kalau dalam keadaan setengah sehat itu bisa (dilakukan), kalau ini kan udah enggak bisa, berat,” jelasnya. (jp/jm)

  • Dipublish : 6 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami