Nasabah: Kami Menunggu Kepastian dan Solusi Yang Dijanjikan Pemerintah

FOTO: FASIAL R SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: FASIAL R SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Para nasabah asuransi Jiwasraya menunggu kepastian solusi yang dijanjikan pemerintah. Rudianto, koordinator Forkom Jiwasraya yang juga salah seorang korban, menjelaskan bahwa pihaknya bersama nasabah-nasabah lain terus memantau apa saja langkah penyehatan asuransi itu dari hari ke hari.

Rudianto menyambut baik upaya pemerintah yang membawa kasus tersebut ke ranah hukum. ”Ini semakin jelas (masalahnya, Red). Pemerintah harus serius menanggapi,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.

Namun, Rudianto menyayangkan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kurang cermat melakukan pengawasan. Selama proses penjualan produk asuransi, OJK wajib melakukan pengawasan. Jiwasraya pun wajib memberikan laporan kepada OJK. ”Lha ini monitoringnya gimana? Ditambah lagi ini BUMN lho, milik pemerintah, kok bisa gini?” cetusnya. Menurut dia, sebagai perusahaan milik pemerintah, seharusnya ada tata kelola yang baik.

Rudianto tak mempermasalahkan jika upaya penyelamatan dana nasabah itu menjadi lama. Menurut dia, lama atau tidaknya memang harus disesuaikan dengan ”penyakit” yang diderita. ”Kalaupun akhirnya jalan ini yang harus ditempuh, ya (bagaimana lagi, Red), bagi kami yang penting ada kepastian. Toh, sejak dia gagal bayar itu, dia juga wajib bayar kewajiban bunga ke kami dong,” tegasnya.

Nasib nahas juga dialami WNA asal Korea Selatan (Korsel) bernama Lee Kang-hyun. Pria yang menjabat VP Samsung Electronics Indonesia sekaligus presiden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Korsel di Indonesia tersebut juga menjadi korban Jiwasraya.

Lee memaparkan, setidaknya terdapat 474 warga Korsel yang dananya terancam tidak bisa dicairkan di Jiwasraya. Secara keseluruhan, total dana yang disalurkan melalui KEB Hana Bank tersebut mencapai Rp 572 miliar. ”Kami berjuang untuk selesaikan hal ini. Satu-satunya harapan kami adalah menteri BUMN yang baru bisa menyelesaikan masalah ini,” katanya.

WNA Korsel, cerita Lee, ditawari bancassurance Jiwasraya sebagai produk deposito oleh KEB Hana Bank. Pihak bank menekankan keamanan dari produk Jiwasraya yang berada di bawah Kementerian BUMN. Awalnya mereka merasa tenang karena Jiwasraya adalah perusahaan BUMN. Namun, kini mereka merasa khawatir karena belum ada kepastian soal pembayaran polis. Selain KEB Hana Bank, bank-bank lain yang turut memasarkan produk bancassurance Jiwasraya adalah Standard Chartered Bank, DBS Bank Indonesia (semula ANZ Indonesia), Bank QNB Indonesia, dan Bank Victoria. (jp)

  • Dipublish : 28 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami