Nasib WNI yang Terinfeksi Virus Korona di Singapura Belum Diketahui

Penumpang pesawat terbang menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya di Bandara Juanda, Kamis (30/1). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Penumpang pesawat terbang menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya di Bandara Juanda, Kamis (30/1). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi pekerja migran di Singapura terinfeksi virus Korona. Hingga saat ini, warga yang bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga (ART) itu masih dirawat di rumah sakit Singapura.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes menjelaskan bahwa mereka belum mendapat informasi lebih lanjut ihwal nasib sang ART.

“Itu kan tenaga kerja ya, wewenangnya Kementerian Tenaga Kerja,” tegasnya, Kamis (6/2).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menjelaskan pihaknya maupun Kementerian Luar Negeri tidak mendapatkan laporan detail pasien per pasien. Sebab setiap rumah sakit juga pasti memiliki otoritas sendiri dalam menyampaikan informasi.

“Dengan kasus itu kami nggak sampai detail tentang kondisinya. Tapi lebih ke identitasnya dan apa yang terjadi. Kalau tanya hari ini kondisinya seperti apa terus terang Kemenkes nggak tahu, dan nggak diberikan akses bebas untuk menanyakan hal-hal ini,” kata Anung.

Sebab hal itu menyangkut aturan kesehatan internasional (Internasional Health Regulatio). Itu sebabnya, Kemenlu melalui KBRI tetap memantau perlindungan warga negara Indonesia.

“Itupun saya meyakini tak bisa dari Kemenlu, nggak bisa nungguin satu persatu bawa catatan medisnya pada publik. Ada ranah kerahasiaan pasien dan ranah kerahasiaan RS. Jadi ada ranah terbatas dari kondisi yang ada. Indonesia pun seperti itu. Enggak bisa buka kondisi kesehatan perseorangan kecuali izin yang bersangkutan,” katanya. (jp)

  • Dipublish : 7 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami