November 2019, Inflasi Naik Tipis 0,22 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Inflasi pada bulan November 2019 diperkirakan naik tipis dari 0,02 persen di bulah Oktober, menjadi 0,22 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Proyeksi ini setara 3,08 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andri Asmoro mengatakan, bahwa secara kumulatif dari Januari sampai November 2019 inflasi menyentuh di level 2,43 persen year to date (ytd), lebih kecil dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,50 persen ytd.

“Inflasi bulan November 2019 dipicu faktor musiman menuju akhir tahun. Hasil survei dari Bank Mandiri, inflasi disumbang dari kenaikan harga pangan, yakni bawang merah, daging ayam, dan telur ayam,” ujar dia di Jakarta, kemarin (1/12).

Sementara komoditas cabai merah dan cabai rawit, kata dia, mengalami penurunan atau deflasi. Sedangkan untuk harga beras masih relatif stabil dibandingkan bulan Oktober. “Di luar bahan pangan, rokok kretek, tarif tol, mengalami kenaikan di akhir tahun,” katanya.

Menurut dia, hingga Desember 2019 inflasi masih akan stabil di angka 3,14 persen. Angka tersebut berbeda tipis dengan prediksi Bank Indonesia (BI), inflasi di kisaran 3,14 sampai 4,5 persen dengan titik tengah 3,1 persen.

Dengan inflasi yang rendah, lanjut dia, BI akan tetap mengeluarkan kebijakan moneter yang akomodatif. Kebijakan tersebut sama dengan beberapa bank sentral lainnya di dunia memasuki 2020.

“BI masih ada ruang untuk memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,75 persen,” ucapnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan inflasi pada Oktober 2019 0,02 persen disumbang tertinggi dari kelompok makanan dan minuman (mamin) dan rokok.

Dengan rincian, kelompk mamin, rokok, tembakau sebesar 0,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10 persen.

Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardana mengatakan, inflasi pada bulan Oktober ini masih lebih rendah karena masih ada beberapa bahan pangan yang mencatatkan deflasi. “Inflasi inti secara keseluruhan menurun menjadi 3,20 persen disumbang oleh transportasi udara,” kata Wisnu.

Secara keseluruhan inflasi masih terkendali sesuai target BI 3,5 persen sampai 4,5 persen tahun ini. “Dengan demikian, inflasi yang rendah, maka tidak akan banyak mempengaruhi kebijakan BI,” tukas dia.

(fin)

  • Dipublish : 2 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami