OJK Akui Industri Asuransi Butuh Perhatian Lebih Serius

Ilustrasi Otoritas Jasa Keungan (OJK). OJK berencana akan melakukan reformasi di sektor industri jasa keuangan non-bank. (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi Otoritas Jasa Keungan (OJK). OJK berencana akan melakukan reformasi di sektor industri jasa keuangan non-bank. (Dok. JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana akan melakukan reformasi di sektor industri jasa keuangan non-bank. Dalam hal ini, OJK akan mengeluarkan pedoman manajemen risiko dan governance serta format dalam pelaporannya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, sepanjang 2019 industri asuransi mencatat penghimpunan dana yang positif dengan premi asuransi komersial mencapai Rp 261,6 triliun atau tumbuh 6,1 persen secara tahunan. Menurutnya, perolehan tersebut tidak terganggu adanya isu di sektor asuransi.

“Kami menyadari industri asuransi membutuhkan perhatian lebih serius untuk memperbaiki governance, kehati-hatian dan kinerjanya,” ujar Wimboh di Ritz Carlton Pasific Place Jakarta, Kamis (16/1).

Wimboh menyebut OJK telah mencanangkan reformasi industri keuangan non-bank pada 2018 lalu yang mencakup perbaikan penerapan manajemen risiko, governance yang lebih baik, dan laporan kinerja investasi kepada otoritas dan publik.

“OJK akan mengeluarkan pedoman manajemen risiko dan governance serta format laporannya,” imbuhnya.

Wimboh juga telah meminta seluruh direksi lembaga keuangan non-bank untuk segera melihat kembali lebih rinci kinerja perusahaannya dan melakukan corrective action yang diperlukan.

“OJK berkomitmen penuh jika menemukan indikasi pelanggaran hukum akan dilaporkan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Wimboh. (jp)

  • Dipublish : 16 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami