Oknum Dokter Rapid Test Pakai Uang Hasil Penipuan Untuk Kabur

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Jakarta – Sejumlah fakta ditemukan oleh penyidik Polres Bandara Soekarno Hatta dalam kasus dugaan penipuan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter rapid test berinisial EFY. Salah satunya penggunaan uang hasil menipu senilai Rp 1,4 juta. Diduga uang tersebut digunakan oleh tersangka untuk kabur ke Sumatera Utara dan sebagian diberikan kepada ibunya.

“Korban memberikan uang secara bertahap, total Rp 1,4 juta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (29/9).

Yusri menjelaskan, ketika aksi kejahatannya diviralkan oleh korban di media sosial, EFY langsung menyusun pelarian ke Sumatera Utara. Uang Rp 1,4 juta dari korban, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

“Dipakai untuk kirim ke ibunya dan dipakai sehari-hari ya,” terangnya.

Selama dalam pelarian, tersangka juga menonaktifkan akun media sosialnya. Hal itu dilakukan agar keberadaannya tidak terdeteksi.

“Setelah tanggal 18 itu ramai di medsos langsung dia mastikan semua akun-akun medsos yang ada termasuk HP-nya dimatikan semua dan dia melarikan diri melalui darat ke Sumut,” pungkas Yusri.

Sebelumnya, viral sebuah kabar di media sosial bahwa telah terjadi pelecehan seksual di Bandara Soekarno Hatta. Kisah ini dibagikan oleh perempuan berinisial LHI, 23, selaku pemilik akun twitter @listongs.

LHI menyebut pelecehan itu terjadi saat dia melaksanakan rapid test yang disediakan oleh Bandara Soekarno Hatta sebagai syarat perjalanan menuju Nias, Sumatera Utara, pada Minggu (13/9). Hasil rapid tes itu dinyatakan positif oleh sang dokter.

LHI kemudian memutuskan membatalkan perjalanan ke Nias karena takut menularkan virus. Ditambah, dia meresa perjalannya ke Nias tidak begitu mendesak.

Namun, oknum dokter tersebut menawarkan bantuan memanipulasi data rapid test. Dia kemudian meminta uang Rp 1,4 juta kepada korban. Bahkan dokter tersebut sempat mencium dan meraba payudara korban. (jp)

  • Dipublish : 29 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami