Oknum Guru Cabul Diganjar 15 Tahun Penjara

DIAMANKAN. Pelaku SY saat diamankan di Polres Gowa.
DIAMANKAN. Pelaku SY saat diamankan di Polres Gowa.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

GOWA– Oknum guru berinisial SY (36) diamankan Unit PPA Polres Gowa setelah terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur berinisial MI (15) di Perumahan Baba Seng Blok A9, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Kasus pencabulan yang dilakukan SY ini terbongkar setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Gowa, Kamis, 26 Juli 2019 lalu.
Menurut Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, berdasarkan laporan dari keluarga korban, unit PPA Polres Gowa langsung mencari pelaku di rumahnya di Jalan Abd Mutalib Lorong 2 Kelurahan Pacinongang, Kecamatan Somba Opu, Gowa.
“Pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya menyerahkan diri dan mengakui perbuatan bejatnya tersebut,” ujarnya.

Tambunan mengatakan, setelah menggali pengakuan korban dan pelaku, Unit PPA kemudian melakukan visum kepada korban untuk memastikan perbuatan cabul dari pelaku.
Ia pun menerangkan bahwa kejadian memilukan yang dialami korban ini bermula sejak bulan Januari 2019 lalu. Pelaku saat itu mengajak korban untuk tinggal bersama atas izin dari orang tua korban.
“Ibu korban mengizinkan anaknya tinggal bersama pelaku karena dijanjikan anaknya akan dimasukkan di sekolah khusus paket B,” terangnya.

Pada bulan Februari, pelaku pun mulai menjalankan aksi bejatnya. Ia meminta kepada korban untuk mendonorkan spermanya. Namun korban menolak.
“Korban sempat melapor ke orang tuanya. Namun tidak dipercaya. Naas bagi korban, ia pun disekap oleh pelaku didalam rumah,” katanya.
Setelah beberapa kali mencoba melarikan diri, akhirnya korban ditolong oleh seorang warga dan langsung dititipkan di Polres Gowa.

“Korban saat ini kita berikan penanganan khusus usai mengalami kejadian ini. Sementara pelaku kita kenakan Pasal 82 ayat (1) dan (2) Jo pasal 76E UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta ditambah 1/3 dari vonis hakim jika dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan,” jelas AKP Mangatas Tambunan.

Ia menambahkan, pelaku sebenarnya sudah berkeluarga. Namun sudah pisah. Alasan pelaku meminta korban untuk mendonorkan sperma, agar pelaku dapat memiliki anak dan bisa kembali bersama istri.
“Hingga saat ini kasus ini masih kita dalami. Sebab kuat dugaan masih ada korban lain selain MI,” tutupnya. (hen/has)

 

Sumber:radarselatan.fajar.co.id

 

  • Dipublish : 29 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami