Oknum Guru Honorer Sodomi Siswa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MUARATEBO – Seorang guru yang seharusnya ditiru dan digugu, malah menodai siswanya. Guru honorer salah satu SMP di Kabupaten Tebo, inisial FR (38), telah mencabuli puluhan siswa laki-laki di sekolah tempat dia mengajar.

FR yang sudah memiliki istri dan dua anak ini pun, kini harus meringkuk di sel tahanan polisi. Peristiwa ini terungkap, setelah dua anak didiknya berinisial SG dan HD buka suara pada kedua orang tua mereka.

Informasi yang didapat, mereka dicabuli pada Februari lalu pukul 13.30. Di dalam kamar FR. Modusnya, pelaku memerintahkan kedua korban datang ke rumah, untuk membahas kegiatan Pramuka.

Di dalam kamar, rupanya SG dan HD yang masih berusia belasan tahun itu, malah mendapat perlakuan tak senonoh. Oleh FR, keduanya diimingi akan mendapat nilai bagus jika menuruti kemauannya.

Kedua bocah ingusan itu pun hanya bisa patuh. Mereka diminta untuk (maaf, red) menyodomi sang guru secara bergiliran, yang seharusnya menjadi panutan mereka.

Rupanya perbuatan itu tak hanya sekali. Tujuh kali kedua bocah itu diperlakukan sedemikian rupa oleh FR. Mereka pun mengalami trauma, dan malu pada teman-temannya.

Perubahan perilaku ini disadari kedua orang tuanya. Setelah didesak, akhirnya mereka menceritakan semua kejadiannya. Kontan saja ini menimbulkan reaksi. FR langsung dilaporkan ke polisi.

FR pun akhirnya dilimpahkan ke Polres Tebo, untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil interogasi, rupanya ada siswa lain juga yang sudah jadi korban.

Kata Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Muhammad Ridho Syawaluddin Taufan, aksi FR ini sudah berlangsung sejak tahun 2012 lalu. Selama 7 tahun tersebut, terhitung ada 23 orang anak laki-laki menjadi korban pencabulan. Bahkan, para korban ada yang sudah bersekolah SMP, SMA dan ada yang sudah kuliah.

“Pelaku menjanjikan akan memberikan nilai bagus, jika korban mau menuruti kemauannya,” kata dia. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, FR bakal dijerat pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) Jo pasal 76 E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Saat ini Polres Tebo bekerjasama dengan TP2A untuk tahap pemulihan psikologi korban. Terpisah, Kabid Dinas Sosial Zainatun yang merupakan tim TP2A mengakui, pihaknya diminta Polres Tebo untuk menanggani kasus tersebut.

Untuk langkah awal pihaknya sudah berkoordinasi dan bertemu langsung dengan sejumlah korban. “Untuk saat ini, kita sudah bertemu dengan beberapa korban dan orang tua korban. Alhamdulillah beberapa dari mereka masih ceria. Harapan kita agar virus ini tidak mempengaruhi korban,” kata dia. (ji)

 

 

Sumber: jambi-independent.co.id

  • Dipublish : 18 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami