Oknum Guru Pelatih Bela Diri dan Pramuka di Sekolah Ini Ternyata Pedofil

PS (tengah), tersangka pelaku di sekolah. Foto: Antara/Anita Permata Dewi
PS (tengah), tersangka pelaku di sekolah. Foto: Antara/Anita Permata Dewi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap PS, tersangka pelaku kejahatan seksual kepada anak laki-laki, di Jawa Timur baru-baru ini.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono, pelaku kekerasan seksual terhadap anak laki-laki sesama jenis ini mengunggah video aktivitasnya dengan korban ke grup WhatsApp komunitas pedofil.

“Kegiatan cabul tersangka dengan korban divideokan oleh tersangka. Lalu (video tersebut) diunggah ke grup WA komunitas. Ada kepuasan tersendiri (bagi PS) kalau dia (PS) bisa unggah video ke grup WA itu,” kata Brigjen Argo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.

Grup WA tersebut diikuti 350 akun. PS (44) diketahui bekerja sebagai penjaga sekolah di Jawa Timur. PS juga merangkap sebagai pelatih Pramuka dan pelatih bela diri di sekolah tersebut.

Dari pengakuan PS, ada tujuh siswa yang menjadi korban kebejatannya. Rentang usia korban antara 6-15 tahun.

“PS melakukan perbuatan menyimpangnya di ruang UKS, rumah dinas penjaga sekolah ketika sedang sepi,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka PS dikenakan Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E dan/atau Pasal 88 jo Pasal 76I UU No. 35/2014 tentang Perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 37 UU No. 44/2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU No. 19/2016 tentang Perubahan atas UU No. 11/2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp6 miliar. (atr/jpnn/jm)

  • Dipublish : 22 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami