Ongkos Haji Tahun Depan Berpotensi Tambah Biaya

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menyiapkan skema pemberangkatan jemaah haji 1442H/2021M.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengatakan, bahwa pihaknya akan menyiapkan tiga skema pemberangkatan jemaah haji tahun mendatang.

“Untuk pemberangkatan jemaah haji 1442H, kita akan menyiapkan tiga skema,” kata Nizar di Jakarta, Rabu (26/8)

Nizar menjelaskan, tiga skema dipersiapkan karena pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia dan dunia belum dapat dipastikan kapan berakhirnya.

Skema pertama, covid sudah tidak ada atau kondisi normal dan kuota haji juga kembali normal. Artinya, jemaah yang batal keberangkatannya pada tahun ini, akan diberangkatkan tahun 2021.

“Untuk jemaah yang awalnya berangkat tahun 2021, akan mundur tahun berikutnya. Kecuali, jika tahun depan Indonesia mendapatkan tambahan kuota,” ujarnya.

Skema kedua, kata Nizar, covid belum sepenuhnya hilang sehingga ada pembatasan atau pengurangan kuota. Jika diasumaikan berkurang 50% dari kuota saat ini, tentu akan ada jemaah yang mundur lagi keberangkatannya.

“Ini juga akan berakibat pada daftar tunggu yang semakin panjang,” imbuhnya.

Pengurangan kuota menjadi 50%, kata Nizar, juga akan berdampak pada penambahan biaya. Apalagi jika proses layanan, baik penerbangan, akomodasi, dan konsumsi harus menerapkan protokol kesehatan.

Aspek penerbangan misalnya, pesawat yang biasanya bisa menampung 400 penumpang, hanya akan diisi 200 orang. Demikian juga bis jemaah di Tanah Air dan Arab Saudi, hanya boleh diisi 50% penumpang.

“Protokol kesehatan tentu juga akan diterapkan di asrama haji, termasuk penyediaan layanan swab dan ruang isolasi,” tegasnya.

Skema ketiga, lanjut Nizar, jika wabah covid masih tinggi dan belum dapat tertangani, ada kemungkinan terjadi lagi pembatalan pemberangakatan jemaah haji.

“Skema ini masih akan terus dimatangkan sesuai dengan perkembangan penanganan Covid di Indonesia, Arab Saudi, dan dunia,” pungkasnya. (der/fin)

  • Dipublish : 27 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami