OPEC dan Rusia Akan Pangkas Produksi Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

RUSIA, – Organisasi negara pengekspor minyak bumi, OPEC dan sekutu yang dipimpin Rusia sepakat untuk melakukan pemangkasan produksi minyak terbesar sepanjang masa. Hal tersebut bertujuan untuk menopang harga minyak di tengah pandemi virus korona Covid-19.

Mengutip laman Reuters pada Senin (13/4), strategi dalam memperlambat penyebaran virus Covid-19 telah menggerus permintaan bahan bakar dan menurunkan harga minyak, menekan anggaran produsen minyak dan memukul industri shale-oil Amerika Serikat (AS).

Kelompok OPEC+ telah sepakat untuk mengurangi produksi 9,7 juta barel per hari (bph) untuk Mei dan Juni, setelah empat hari perundingan dan mengikuti tekanan dari Presiden AS Donald Trump guna menahan kejatuhan harga. Pemangkasan minyak tersebut tercatat empat kali lebih dalam ketimbang rekor pemangkasan rekor sebelumnya pada tahun krisis 2008 silam.

Produsen perlahan-lahan akan mengurangi pembatasan setelah Juni, meski pengurangan produksi itu akan tetap berlaku sampai April 2022. OPEC+ memperkirakan total pemotongan minyak global berjumlah lebih dari 20 juta barel per hari, atau 20 persen dari pasokan global, efektif mulai 1 Mei.

Pengurangan produksi minyak yang efektif akan mencakup kontribusi dari produsen non-anggota, pemotongan sukarela yang lebih tajam oleh beberapa anggota OPEC + dan pembelian stok strategis oleh konsumen terbesar di dunia. Adapun produsen nonanggota seperti Brasil, Kanada, Norwegia, dan Amerika Serikat akan berkontribusi 3,7 juta barel per hari. (jp)

 

  • Dipublish : 13 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami