Organisasi Kesehatan Dunia WHO Ragu dengan Indonesia

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku khawatir terhadap Indonesia yang hingga saat ini belum satu pun melaporkan adanya kasus virus corona seperti negara tetangga Singapura, Malaysia, dan Australia.

Untuk itu, WHO meminta Indonesia melakukan lebih dalam menyiapkan kemungkinan masuknya virus corona dengan meningkatkan pengawasan, pendeteksian kasus, serta persiapan di fasilitas-fasilitas kesehatan rujukan jika terjadi wabah.

Perwakilan WHO Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan menyatakan, bahwa negara berpenduduk 270 juta jiwa ini telah melakukan langkah konkret, termasuk pemeriksaan di perbatasan-perbatasan dan pintu masuk, baik pelabuhan maupun bandara, dengan menyiapkan rumah sakit untuk menangani kasus-kasus potensial.

“Kami (WHO) prihatin. Tapi, Kami telah diyakinkan oleh otoritas terkait bahwa pengujian laboratorium bekerja dengan baik,” katanya, Selasa (11/2)

Paranietharan menilai, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bidang pengawasan dan deteksi serta persiapan fasilitas kesehatan.

“Ketersediaan alat tes khusus untuk mengonfirmasi nCoV (virus corona) pekan ini merupakan peningkatan signifikan dan menuju ke arah yang benar,” ujarnya.

Kekhawariran juga disampaikan setelah seorang warga Australia, Matthew Hale yang pernah berkunjung ke Bali. Dia didiagnosis menderita pneumonia, gejala virus corona, setelah pulang. Dia mengkritik pengujian laboratorium oleh otoritas kesehatan setempat.

Hale mengatakan kepada Sydney Morning Herald (SMH) dan The Age, bahwa dia mendatangi RS Sanglah di Denpasar pada 26 Januari setelah mengalami sakit parah usai berpergian ke Singapura.

“Rumah sakit pertama mengatakan mereka tidak dapat membantu dan merujuk saya ke Sanglah. Saya dikirim ke seluruh tempat (di Sanglah) dan akhirnya menemukan tempat yang tepat. Dokter bertanya apakah saya pernah berpergian ke Cina dan menjawab tidak. Jadi mereka bilang tidak bisa mengujinya,” tutur Hale.

Setalah ke Sanglah, dia mengunjungi rumah sakit lain dan menjalani pemeriksaan darah, memeriksa tekanan, suhu, dan rontgen. Kata dia, petugas medis di sana memberi tahu bahwa dia mengalami pneumonia dan diberi antibiotik.

SMH dan The Age pekan lalu melaporkan, bahwa Indonesia belum menerima alat tes khusus untuk mendeteksi jenis virus corona baru secara cepat.

“Otoritas hanya mengandalkan tes pan-virus corona yang secara positif dapat mengidentifikasi semua virus dalam keluarga corona, termasuk flu biasa, SARS dan MERS,” terangnya.

Kecurigaan bahwa Indonesia belum melaporkan kasus virus corona, juga didasarkan bahwa lebih dari 2 juta turis Cina mengunjungi Indonesia pada 2019, sebagian besar ke Bali.

Negara-negara tetangga termasuk Australia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja, dan Filipina yang dikunjungi oleh turis Cina sudah melaporkan kasus virus corona.

Kepala Biro Humas Kemenkes Widyawati mengatakan, pada Rabu pekan lalu bahwa 42 spesimen dikirim ke laboratorium untuk diuji dan 40 spesimen negatif dan dua masih masih dalam proses pemeriksaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengatakan, para pejabat memperhitungkan riwayat perjalanan seseorang dan apakah sebelumnya mereka melakukan kontak dengan penderita virus korona atau tidak. Pihaknya mengirim tujuh sampel darah dari kasus potensial ke Jakarta untuk diuji lebih lanjut.

“Jadi, tanpa ada catatan perjalanan ke Cina, namun ada riwayat kontak (dengan penderita virus corona), orang tersebut akan di bawah pengawasan,” terangnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 12 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami