Panglima TNI Temui Warga Papua

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat tata muka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh wanita dari Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori Papua. (puspen TNI for JawaPos.com )
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat tata muka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh wanita dari Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori Papua. (puspen TNI for JawaPos.com )
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PAPUA,- Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian menggelar tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh wanita dari Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori Papua. Acara berlangsung di VIP Room, Lanud Manuhua, Biak, Papua, Selasa (27/8).

Hadi menyampaikan, kedatangannya bersama Kapolri beserta seluruh pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri dalam rangka bersilaturahmi dan bertatap muka langsung dengan warga Papua. Dia ingin agar perselisihan yang terjadi di wilayah Jawa Timur tak lagi diperpanjang, apalagi sampai berimbas pada kerusuhan.

“Kalau kita tidak paham dengan akar permasalahan di Papua, maka akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Oleh sebab itu tidak perlu takut, sampaikan masukan dan saran apa adanya,” kata Hadi.

“Untuk itu saya minta masukan dan saran. Ini akan kita catat dan akan terus kita evaluasi, sehingga kami paham betul dengan saudara-saudara yang berada di Papua dan kami juga bisa mengambil keputusan dari sudut pandang tentunya sudut pandang Papua. Semua adalah demi kebaikan kita semua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan, sesama warga Indonesia harus saling menjaga persatuan dan kesatuan. “Indonesia harus kita jaga, Indonesia adalah rumah besar kita, Indonesia adalah milik kita semua. Semua yang ada disini adalah anugerah dan nikmat yang harus kita kelola,” imbuhnya.

Untuk itu, dia menegaskan aksi rasisme tidak boleh terjadi kepada siapapun di Indonesia. Bagi oknum-oknum yang membandel, maka proses hukum harus ditegakkan secara adil.

“Tidak boleh ada rasis di negeri indah dan subur ini, negeri yang kaya raya ini. Akan saya kawal proses hukum dari oknum yang melakukan tindakan rasisme,” tegasnya.

Sebelumnya, intimidasi yang dialami mahasiswa Papua di Malang, dan Surabaya, Jawa Timur berbuntut panjang. Senin (19/8) pagi kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat dan beberapa titik lain. Sejumlah elemen masyarakat menggelar demontrasi di sejumlah titik.

Dari video yang beredar, massa mulai melakukan pengerusakan sejumlah fasilitas. Bahkan terjadi aksi bakar-bakaran benda-benda di tengah jalan. Aksi ini dilakukan karena mereka tak terima mahasiswa Papua mendapat intimidasi, dan diperlakukan rasis.

Diketahui, arama mahasiswa di Kalasan, Surabaya digerudug sejumlah massa. Kejadian ini dilatar belakangi karena beredar sebuah video mahasiswa Papua mematahkan tiang bendera Merah Putih lalu dibuang ke selokan. Namun, belum ada kejelasan terkait kebenaran video tersebut. (jp)

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 28 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami