Pasca Ali Kalora Ditembak Mati, Satgas Buru 4 DPO, Ini Daftar Namanya

Ilustrasi kelompok Ali kalora. (Dok. JawaPos)
Ilustrasi kelompok Ali kalora. (Dok. JawaPos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, PALU– Satgas Madago Raya masih melakukan pemburuan kepada kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Setelah ditembak matinya Ali Ahmad alias Ali Kalora dan Jaka Ramadhan alias Ikrima, kini tersisa 4 orang lagi yang masih menjadi DPO.

”Kini DPO MIT tersisa empat orang,” kata Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi kepada wartawan, Senin (20/9).

Saat ini Satgas Madago Raya fokus untuk menangkap 4 orang tersebut. Penyusuran di wilayah pegunungan yang diduga menjadi tempat persembunyian mereka terus dilakukan.

”Sampai saat ini masih terus dilakukan pengejaran. Kita akan kejar terus sampai, semoga wilayah ini terbebas dari aksi terorisme,” jelas Rudy.

Sebelumnya, kontak senjata terjadi antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris MIT. Peristiwa terjadi di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (18/9) sekitar pukul 17.20 wita.

Dalam kontak senjata itu, pimpinan MIT, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas ditembak mati petugas. Dia merupakan salah satu daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang jadi sasaran utama aparat. Ali diketahui sebagai pemegang tongkat kepemimpinan MIT pasca ditangkapnya Santoso.

”Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena membunuh banyak warga dengan sadis di Sulteng, setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati oleh Densus AT/88,” kata Menko Polhukam Mahfud MD melalui akun twitter resminya @mohmahfudmd.

Selain Ali, Satgas Madago Raya juga menembak mati 1 DPO lain. Yakni Jaka Ramadhan alias Ikrima.

”Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yang bernama Ikrimah. Masyarakat harap tenang,” imbuh Mahfud.

Dengan tewasnya 2 DPO tersebut, kelompok MIT hanya tersisa 4 orang lagi yang masih buron. Mereka yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.(jpc/jm)

  • Dipublish : 20 September 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami