Pasca Banjir Bandang, BPBD: Akses Jalan Mulai Bisa Dilalui

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani meninjau akses jalan. (IST)
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani meninjau akses jalan. (IST)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MASAMBA– Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulsel, Endro Yudo Waryono mengatakan pasca banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara, akses jalan di lokasi banjir mulai dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Sudah bisa dilalui, cuma harus antri satu persatu dan masih merayap. Jadi tetap harus hati-hati,” ucapnya, Kamis (23/7/2020).

“Mobil bisa lewat, tapi kalau truk agak riskan karena jembatan harus diperhitungkan daya bebannya,” sambungnya.

Ia membeberkan, jembatan yang berada di jalur poros lintas Sulawesi itu, merupakan jembatan satu satunya menuju lokasi pengungsian. Sehingga, kata dia, jika jembatan itu runtuh maka akses jalan terputus total.

Kendati dapat diakses, ia menuturkan masih ada beberapa jalan yang tertutup lumpur, sehingga dibutuhkan waktu sedikit lebih lama agar pendistribusian logistik sampai ke warga yang terdampak.

Sementara itu, berdasarkan pantauan BPBD setempat, per Selasa (21/7/2020), pukul 22.00 Wita, jumlah korban meninggal dunia (MD) mencapai 38 orang dan 10 lainnya masih dinyatakan hilang. Warga yang mengalami luka-luka mencapai 106 orang, 22 di antaranya menjalani rawat inap dan sisanya rawat jalan.

Sedangkan di lokasi pengungsian, BPBD Kabupaten Luwu Utara mencatat 3.627 KK atau 14.483 orang masih mengungsi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabang, Baebunta dan Masamba.

Terkait kerugian yang dialami mencakup rumah terdampak 4.202 unit, tempat usaha mikro 82, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8, fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2 dan pasar 1. Sedangkan kerusakan infrastruktur meliputi jalan sepanjang 12,8 km, jembatan 9 unit, pipa air bersih 100 m dan bendungan irigasi 2 unit.

Diketahui upaya penanganan darurat lain dengan mendirikan dapur umum yang tersebar di enam titik. Hanya saja, saat ini ketersediaan dapur umum masih kurang untuk memenuhi kebutuhan permakanan para penyintas.

“Tantangan dari segi jalan yang masih sulit dilalui, sehingga distribusi bantuan logistik belum dapat diakses para penyintas di beberapa titik dengan optimal,” tutupnya.(Anti/fajar)

 

 

  • Dipublish : 23 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami