Pasca Banjir Bandang di Luwu Utara, Dua Desa Masih Terisolir

Dok Palopopos
Dok Palopopos
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MASAMBA— Dua desa di Luwu Utara masih terisolir pasca banjir bandang yang menerjang Kecamatan Baebunta, dan Kecamatan Masamba, Senin malam (13/7/2020). Dua desa tersebut adalah Desa Maipi di Kecamatan Masamba, dan Desa Meli di Kec.Baebunta.

Kepala Desa Desa Maipi, Hasbir ditemui Palopo Pos, Rabu 15 Juli 2020, ada sekira 230 KK yang terputus hubungan dengan masyarakat luar lantaran jembatan penghubung Desa Baloli dengan Desa Maipi terputus akibat diterjang banjir bandang.

Selain itu, satu lagi desa yang terisolir ada di Kecamatan Baebunta, yakni Desa Meli. Di desa ini hampir seluruhnya rata dengan material lumpur bekas banjir. Hanya segelintir orang yang selamat dari amukan air bah. Untuk menuju desa ini, akses jalan satu-satunya juga tertimbun lumpur hingga ketinggian 2 meter.

Terpisah, Kepala BPBD Lutra, Muslim Muchtar, mengatakan, hampir semua relawan baik Basarnas dan BPBD di empat kabupaten/kota di Luwu Raya membantu, demikian juga daerah lainnya.

“Fokus pada hari ini pada pencarian orang hilang, dari data yang ada 69 orang yang hilang kemudian yang ditemukan meninggal itu ada 24 orang, kemudian 5 diantaranya kita tidak terdeteksi. Oleh karena itu, kita fokus dibawah pimpinan Basarnas,” jelasnya.

Kurang lebih 474 KK atau sekitar 1.700 jwa warga Desa Meli yang selamat mengungsi di perkebunan kelapa sawit Dusun Rante Kalua, Desa Meli.

Dari Pantauan Palopo Pos di lokasi pengungsian, Kamis 17 Juli 2020 kemarin, warga menggunakan terpal biru untuk tempat tinggal darurat.

Tiap terpal itu dihuni minimal 3 KK atau kurang lebih 10 jiwa. Belum lagi banyak anak anak kecil tentunya membutuhkan perlindungan dari cuaca dinginnya, dan hujan akibat tenda seadanya.

Kepala Desa Meli Albar yang ditemui lokasi pengungsian mengatakan warganya sangat membutuhkan, sarana air bersih, terpal serta tikar. Pasalnya banyak terpal warga yang bocor saat hujan pasti masuk air.

Selain itu, lanjut kades, warga juga sangat membutuhkan MCK untuk membuang hajat. Serta obat-obatan, juga kebutuhan bayi seperti popok, susu dan bubur. (jun/idr/palopopos/fajar)

  • Dipublish : 17 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami