Pasca Kerusuhan Wamena, 22 Warga Sipil Tewas dan 1 Keluarga Terbakar

TERBAKAR: Kompleks kantor Bupati Jayawijaya yang ikut terbakar dalam aksi demo yang berakhir rusuh di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (23/9). (Dok Cepos/JPG)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PAPUA,- Aparat TNI-Polri masih melakukan penyisiran untuk mengevakuasi korban jiwa pasca kerusuhan di Wamena, Papua. Hasilnya ditemukan korban meninggal dunia lainnya. Total sampai dengan pagi tercatat 22 warga sipil harus meregang nyawa akibat kerusuhan tersebut.

Jumlah itu bertambah dari update malam tadi, di mana korban jiwa berjumlah 16 orang. “22 meninggal dunia. Salah satunya meninggal di rumah sakit karena kritis,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal saat dihubungi, Selasa (24/9).

Kamal menjelaskan, penyebab para korban tewas masih didalami. Namun, ada beberapa diantaranya yang terpanggang hidup-hidup karena ruko maupun kiosnya dibakar oleh massa. “Mereka ada satu keluarga yang terjebak, dibakar massa rumahnya,” terang Kamal.

Sebelumnya, pasca kerusuhan di Wamena pagi tadi, aparat TNI-Polri mulai mengidentifikasi korban jiwa akibat insiden tersebut. Tercatat, 16 masyarakat sipil dipastikan ikut menjadi korban jiwa akibat ulah massa anarkis.

“Iya sementata kita dapat 16 meninggal dunia masyarakat sipil,” ungkap Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol CPL Eko Daryanto saat dihubungi, Senin (23/9).

Eko menuturkan, masyarakat sipil yang meninggal ini akibat terjebak di ruko-ruko yang dibakar oleh massa. Sedangkan ada beberapa yang masih diidentifikasi penyeban kematiannya. Aparat gabungan TNI-Polri sampai saat ini masih disiagakan di lokasi kerusuhan. Mereka mengantisipasi apabila terjadi aksi susulan. (jp)

 

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 24 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami