Pasien Covid-19 Sembuh Makin Banyak, Malaysia Masuki Fase Pemulihan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Malaysia akan memasuki fase pemulihan terkait dampak pandemi Covid-19 mulai Rabu (10/6) hingga 31 Agustus mendatang. Hal tersebut seperti disampaikan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin seperti dilansir Channel News Asia. Bukan tanpa alasan pemerintah Malaysia memtuskan mulai memasuki fase pemulihan. Jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh semakin banyak. Sementara itu, kasus baru makin menurun.

Pada Minggu (7/6), Malaysia hanya melaporkan tambahan 19 kasus. Total kasus positif menjadi 8.322 berdasarkan data dari Worldometers. Dari total kasus itu, jumlah pasien yang berhasil sembuh 6.674 orang. Kini, di Malaysia tinggal 1.531 kasus aktif. Angka kematian juga kecil yakni 117 jiwa.

Keberhasilan menekan jumlah penularan dan angka kesembuhan tinggi tak lepas dari kebijakan lockdown yang dinamakan Perintah Kawalan Pergerakan. Kebijakan tersebut diberlakukan sejak 18 Maret dan kemudian diperpanjang empat kali dan akan berakhir pada Selasa (9/6) besok.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu (7/6), Muhyiddin mengatakan fase pemulihan adalah bagian dari strategi Malaysia keluar dari Perintah Kawalan Pergerakan. Hal ini tentunya berbanding lurus dengan tren penurunan tingkat infeksi.

“Malaysia telah berhasil menahan penyebaran pandemi dan sekarang akan memasuki tahap pemulihan,” sebut Muhyiddin seperti dilansir Channel News Asia.

Pada fase pemulihan dengan masih di bawah Perintah Kawalan Pergerakan, hampir semua kegiatan sosial, pendidikan, agama dan bisnis, serta sektor ekonomi akan dibuka kembali secara bertahap. Tentunya dengan prosedur operasi standar mengacu protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

Perjalanan antarnegara mulai diizinkan, kecuali untuk daerah-daerah yang dianggap masih zona merah. Untuk negara-negara yang dinilai masih zona merah, perbatasan masih tetap ditutup.

Perintah Kawalan Pergerakan sendiri diberlakukan ketika jumlah kasus baru setiap hari mengalami lonjakan tiga kali lipat dan sangat mengkhawatirkan. Di bawah Perintah Kawalan Pergerakan, perjalanan domestik dan internasional dilarang dan warga diminta untuk tetap tinggal di rumah untuk memutus rantai penularan virus Korona.

Setelah enam minggu tidak aktif secara total, ekonomi Malaysia mulai sedikit demi sedikit dibuka pada 4 Mei dengan kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan bersyarat. Khusus sektor ekonomi mulai dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Misalnya menjaga jarak saat berbelanja di supermarket atau pasar, mengenakan masker, mengenakan sarung tangan, cek suhu badan, cuci tangan dengan hand sanitizer, dan pembatasan orang di supermarket atau pasar.

Selanjutnya, beberapa sektor lain mulai dibuka. Pusat penitipan anak, salon rambut, salon kecantikan, pasar terbuka dan pasar malam telah diberi lampu hijau untuk dibuka kembali. Mulai 10 Juni, orang Malaysia yang kembali dari luar negeri akan diizinkan pulang untuk kemudian menjalani karantina selama 14 hari.

Muhyiddin menambahkan bahwa mulai Jumat pekan lalu, 83,5 persen pekerja telah kembali bekerja. Muhyiddin juga mengatakan sekolah akan dibuka kembali secara bertahap selama fase pemulihan sambil menunggu pengumuman lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan.

Sementara itu, kegiatan dan pertandingan olahraga yang melibatkan kerumunan penonton atau pendukung di stadion, berenang di kolam renang umum, dan olahraga dengan kontak fisik masih dilarang. Demikian pula kelab malam, tempat hiburan, pusat refleksiologi, kegiatan keagamaan, dan kegiatan lain yang melibatkan banyak orang belum diizinkan.

Andai semua berjalan lancar pada fase pemulihan, Muhyiddin menyampaikan Malaysia akan memasuki fase normalisasi setelah 31 Agustus sampai vaksin Covid-19 tersedia. “Saya berharap kita semua disiplin sehingga peningkatan kasus Covid-19 benar-benar bisa dicegah,” pungkas Muhyiddin. (jp)

  • Dipublish : 8 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami