Pasien Positif Covid-19 Kota Malang Bertambah 18 Menjadi 1.497 Orang

Ilustrasi petugas melakukan tes cepat Covid-19. (Humas Pemkot Malang/Antara)
Ilustrasi petugas melakukan tes cepat Covid-19. (Humas Pemkot Malang/Antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MALANG– Jumlah pasien terkonfirmasi positif virus korona di Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan bertambah 18 orang pada Rabu (9/9). Sehingga, secara keseluruhan menjadi 1.497 kasus Covid-19 di Kota Malang.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Nur Widianto seperti dilansir dari Antara di Malang mengatakan, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 tersebut, secara keseluruhan berasal dari pasien yang sebelumnya berstatus suspek.

”Konfirmasi positif bertambah 18 orang, sehingga secara keseluruhan menjadi 1.497 kasus Covid-19. Penambahan berasal dari 18 orang yang sebelumnya suspek,” kata Nur Widianto.

Dia menambahkan, pada Rabu (9/9), dilaporkan tidak ada tambahan pasien meninggal karena Covid-19. Sehingga, secara keseluruhan jumlah pasien meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19 tetap 125 orang. Sementara itu, untuk pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Rabu (9/9) bertambah sebanyak 39 orang. Sehingga, secara keseluruhan menjadi 994 orang.

Dari jumlah konfirmasi positif sebanyak 1.497 tersebut, menurut Nur Widianto, 378 orang atau berkurang 26 dari hari sebelumnya, masih dalam pemantauan dan perawatan. Untuk kasus suspek Covid-19 di Kota Malang tercatat 2.118 orang atau bertambah 4 orang dari hari sebelumnya.

Secara rinci kasus suspek tersebut, yang menjalani isolasi di rumah sakit 124 orang, isolasi di rumah 233 orang, probable 79 orang, probable di rumah sakit 39 orang, probable rawat jalan 64 orang, dan discarded 1.579 orang. Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Malang yang terus meningkat membuat pemkot setempat lebih gencar dan masif melakukan razia pemakaian masker dan memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 lebih ketat.

Razia pemakaian masker tidak hanya dilakukan di titik-titik lokasi umum, namun juga dilakukan di kafe-kafe serta di berbagai lokasi lain yang berpotensi memunculkan klaster baru. (jp)

  • Dipublish : 10 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami