Pasien Sembuh Terus Bertambah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien sembuh terus bertambah. Totalnya mencapai 112 orang, sedangkan kasus positif menjadi 1.790 orang. Sementara meninggal 170 orang hingga Kamis (2/4) pukul 21.00 WIB.

Dibanding sehari sebelumnya, jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak sembilan orang dari 103 pasien, sedangkan kasus positif bertambah 113 orang dari 1.677 kasus. Sedangkan pasien yang meninggal dunia bertambah 13 kasus. Sebelumnya pada Rabu (1/4), tercatat 157 jiwa meninggal dunia. Data tersebut tercatat terhitung sejak Rabu pukul 12.00 WIB hingga Kamis pukul 12.00 WIB.

”Ada penambahan kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 113 kasus. Sehingga total menjadi 1.790 kasus positif,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, kemarin.

Gugus Tugas merinci data positif COVID-19 di Indonesia yaitu Provinsi Aceh sebanyak lima kasus, Bali (25 kasus), Banten (164 kasus), Bangka Belitung (dua kasus), Bengkulu (satu orang), DI Jogjakarta (27 kasus), DKI Jakarta (897 kasus).

Selanjutnya di Jambi (dua kasus), Jawa Barat (223 kasus), Jawa Tengah (104 kasus), Jawa Timur (104 kasus), Kalimantan Barat (10 kasus), Kalimantan Timur (21 kasus), Kalimantan Tengah (sembilan kasus), Kalimantan Selatan (delapan kasus), dan Kalimantan Utara (dua kasus).

Kemudian di Kepulauan Riau (tujuh kasus), NTB (enam kasus), Sumatera Selatan (11 kasus), Sumatera Barat (delapan kasus), Sulawesi Utara (tiga kasus), Sumatera Utara (22 kasus), dan Sulawesi Tenggara (tiga kasus).

Adapun di Sulawesi Selatan (66 kasus), Sulawesi Tengah (dua kasus), Lampung (delapan kasus), Riau (tujuh kasus), Maluku Utara dan Maluku masing-masing satu kasus, Papua Barat (dua kasus), Papua (10 kasus), serta satu kasus positif di Sulawesi Barat.

Dari data tersebut diatas, sudah ada 32 provinsi di Indonesia yang telah terpapar penyakit yang disebabkan virus corona tersebut. Dalam upaya percepatan penanganan Covid-19, Pemerintah mengajak masyarakat untuk bersungguh-sungguh mengawali penanganan wabah mulai dari yang terdepan, yaitu masyarakat guna memutus rantai penularan di tengah masyarakat dengan menerapkan aturan yang telah sesuai protokol kesehatan, physical distancing, social distancing dan work form home.

Untuk itu penting bagi kita untuk memutus mata rantai penularan. Karena itu pentingnya tetap menjaga jarak baik di dalam maupun di luar rumah, hindari keramaian, kerumunan dan rajin mencuci tangan,” pinta Yuri.

Sebelum penjelasan Yuri, hadir Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H Bambang Soesatyo. Ia mengajak masyarakat Indonesia disiplin melakukan lima langkah pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.”Saya meyakini situasi buruk tersebut hanya dapat dihentikan dengan kedisiplinan dari setiap warga negara dan gotong royong di antara semua pihak termasuk pemerintah pusat dan daerah,” terang Bambang.

Menurut dia, lima hal kedisiplinan yang harus dilakukan masyarakat Indonesia adalah di rumah saja, dilarang berdekatan dan berkumpul, cuci tangan pakai sabun dan jangan menyentuh wajah, tidak mudik dan tidak piknik, jika sakit gunakan telemedis atau datangi fasilitas kesehatan terdekat.

Apabila warga dapat mengikuti anjuran Pemerintah tersebut, maka rantai penularan virus SARS-CoV-2 atau corona dapat terputus sehingga Warga Negara Indonesia dapat terbebas dari Covid-19. ”Jika setiap warga negara semakin disiplin maka semakin cepat kita akan terbebas dari Covid-19,” imbuh Bambang.

Sementara itu data relawan tercatat, total 15.250 relawan telah mendaftarkan diri untuk ikut membantu penanganan Covid-19 di Tanah Air. Dengan rincian dari 15.250 relawan tersebut terbagi menjadi 2.529 relawan untuk medis dan 12.721 relawan non medis. Dari relawan medis yang mendaftar, kelompok terbesar berasal dari perawat dengan jumlah sebanyak 1.227 orang.

Kemudian, melalui seleksi dan persiapan dari Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan, saat ini ada 222 perawat yang sudah bertugas sebagai relawan. Kemudian, sejumlah relawan perawat sedang dalam proses pemeriksaan kesehatan sebagai syarat sebelum ditempatkan bertugas.

Ketua Relawan Covid-19 Andre Rahadian mengatakan, Pemerintah Indonesia akan memberkan insentif tunai kepada relawan medis sebagai tambahan dari insentif dalam peraturan pemerintah. ”Kami akan memberikan insentif tunai kepada relawan medis, sebagai tambahan dari insentif dalam aturan pemerintah,” ujar Andre dalam konferensi di Graha BNPB.

Untuk relawan yang disalurkan melalui Badan PPSDM Kesehatan, sumber bantuan berasal dari Adaro Group dan Bakrie Group. Bagi relawan non medis, saat ini gugus tugas sedang membuat konsep kesiagaan komunitas di mana peran relawan sampai ke tingkat RT menjadi sangat penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, membantu tetangga atau warga yang positif melakukan karantina mandiri, dan mampu membantu warga yang atau terdampak secara ekonomi.

Prosedur terkait konsep kesiagaan komunitas itu akan dikirimkan pekan depan kepada relawan non medis untuk bisa diterapkan di lingkungannya. Pada pekan ini, relawan Covid-19 menyalurkan bantuan ke rumah sakit rujukan dan 44 puskesmas yang menjadi bagian terdepan dalam penanganan Covid-19.

Bantuan yang disalurkan berupa vitamin, susu dan minuman isotonik yang berguna untuk sumber energi dan menjaga imunitas tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan penanganan Covid-19. Bantuan itu didapatkan dari Soho Group, Danone Group, Japfa dan Cimory.

Kemudian yang terakhir, melalui Gugus Tugas Nasional, Andre mengajak agar kelompok yang secara sendiri-sendiri maupun secara komunitas memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat dalam upaya penanganan Covid-19 dapat menyampaikan rencana kegiatan ataupun aksi yang sudah dilakukan ke portal relawan. Hal ini diperlukan agar seluruh kegiatan selalu terkoordinasi dan bisa bersinergi. (dim/fin/ful)

  • Dipublish : 3 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami