Patut Waspada, Teror Penyiraman Air Keras

FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Masyarakat diminta waspada terhadap teror penyiraman air keras. Tiga peristiwa beruntun terjadi di Jakarta dengan korban delapan siswi SMP dan seorang penjual sayur.

Enam siswi SMPN 207 Kembangan menjadi korban penyiraman cairan kimia sepulang sekolah di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (15/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 207 Imam Hidayat membenarkan keenam murid sekolahnya tengah mendapat perawatan medis karena terciprat cairan kimia. Keenam korban yakni E (15), S (15), Z (15), EC (15), R (15) dan W (15). Para korban mengalami luka di bagian wajah hingga tangan dan kaki.

“Mereka murid kelas IX,” ujar Imam di Jakarta, Jumat (15/11).

Imam mengatakan keenam muridnya sedang mendapat perawatan medis di Puskesmas Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat.

Penyiraman tersebut terjadi sekitar 600 meter dari sekolah. Saat itu mereka pulang sekolah bersama sekitar pukul 13.00 WIB.

Dikatakan Imam, menurut pengakuan muridnya, dua pria pelaku penyiraman membawa botol dan terjatuh ke Jalan Mawar RT06/08 Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Cairan tersebut kemudian terciprat ke sebagian kulit dan seragam enam siswi SMP. Namun, Efek samping yang ditimbulkan adalah kulit panas kemerahan dan seragam luntur.

“Botolnya jatuh masih ada sedikit airnya biru. Termasuk baju dan rok cuciannya jadi biru semua,” kata Imam.

Setelah pemeriksaan medis, salah satu orang tua siswi melapor ke bagian kesiswaan sekolah.

“Hanya kecipratan saja, ada yang di pelipis, ada di pipi, ada yang di kaki dan baju, ada yang di tangan,” ujar Imam.

Imam juga mengatakan kejadian tersebut sangat meresahkan.

“Begitu di sana udah di tangan dokter, dikasih obat anaknya biasa saja tidak parah. Jadi terkena siraman, beberapa merah,” ujar dia.

Imam menduga cairan yang disiramkan pelaku kepada enam siswinya diduga merupakan campuran soda api.

“Bukan air keras, diduga soda api. Kalau di jalan raya itu putih-putih bekasnya, termasuk ada yang di rok, ada yang di kerudung siswi,” katanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto yang mengetahui peristiwa tersebut langsung turun ke lokasi penyiraman.

Suyudi mendatangi lokasi kejadian di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat sekira pukul 20.20 WIB.

Usai melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan membersihkan cairan kimia di jalan, Suyudi mengatakan akan didalami.

“Masih didalami oleh jajaran Polda dan Polres Jakarta Barat,” katanya.

Saat ditanya seputar motif dan barang bukti, mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu belum mau bicara banyak.

“Sementara kita dalami di TKP,” kata dia.

Bercak putih di tempat kejadian perkara tengah didata dan diselidiki oleh tim Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polri.

Sebelum peristiwa yang menimpa enam siswi SMPN 207 Kembangan, dua peristiwa serupa terjadi. Pada Selasa (5/11/2019), dua siswi SMP, Aurel dan Prameswari disiram air keras saat pulang kegiatan ekskul sekolah di Jalan Lapangan Bola, Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat. Aurel mengalami luka cukup serius di bagian bahu, tangan dan badan. Rekannya, Prameswari mengalami luka bakar ringan di bagian tangan.

Tiga hari berselang atau Jumat (8/11), seorang nenek pedagang sayur menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Aries Utama, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Korban, Sakinah (60) mengalami luka melepuh dibagian leher dan kepala bagian kanan belakang saat ingin pulang ke rumahnya sambil mendorong gerobak sayur.

(fin)

  • Dipublish : 16 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami