PBSI Mundur dari Ajang Cina Masters 2020

Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menarik mundur para pemainnya dari keikutsertaan di ajang China Masters 2020. Kepastian itu ditegaskan dengan meneliti wabah virus Corona yang melanda Tiongkok dan mulai menjelajahi berbagai negara.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. Menurut mantan pebulutangkis nasional itu menjelaskan, pihaknya mencari aman dari bahaya wabah virus corona tersebut.

Dalam ajang tersebut, Indonesia sebelumnya merencanakan mengirim 44 pemain ke level Super 100 yang akan diluncurkan di Kota Lingshui, Cina, 25 Februari-1 Maret 2020 tersebut. Namun, terkait wabah virus Corona, Indonesia menarik mundur keikutsertaannya di ajang tersebut.

“Situasi di Tiongkok kurang kondusif, virus wabah Corona ini kan membahayakan sekali. Kami harus menyelamatkan pemain kami. Kami dapat info juga beberapa tim Indonesia dari cabor lain yang sedang latihan di Tiongkok, juga sudah ditarik kembali ke Indonesia,” ungkap Susy seperti dikutip Fajar Jaringan Indonesia (FIN) dari situs resmi PBSI, Senin (27/1) kemarin.

“Memang belum ada travel warning ke Tiongkok, tapi ini kan mengharuskan atlet-atlet muda kami, dan amit-amit jangan sampai, jika nantidi sana sakit dan tertular kan bahaya sekali. Kami cari aman saja, beli ini kan jelang olimpiade,” tambahnya.

Meski demikian, Susy mengatakan bahwa pihaknya tetap berhubungan baik dengan asosiasi bulutangkis Tiongkok (Asosiasi Bulutangkis Cina-CBA) dengan memberikan penjelasan terkait terkait pemain dari kejuaraan berhadiah total 90 ribu Dolar AS tersebut.

Selain itu, Susy juga mengatakan bahwa pihaknya juga telah meminta federasi bulutangkis dunia atau Badminton World Federation (BWF) terkait keputusan tersebut.

Selain ajang China Masters 2020, Susy juga diperkirakan akan bertarung kembali ke ajang Indonesia Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2020 yang rencananya akan dihelat di Wuhan, Cina April, mendatang. Wuhan sendiri menjadi kota pertama di China yang menjadi lokasi ditemukannya penderita virus Corona tersebut.

Akan tetapi, Susy mengatakan ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2020 akan lebih besar di negara lain. Hal itu mengingat ajang ini menjadi turnamen terakhir yang menjadi penentu poin terakhir menuju Olimpiade Tokyo 2020.

“Meminta ke Wuhan juga akan dibatalkan, belum ada keputusan, tetapi memilih besar akan batal berangkat. Setelah senang akan pindah ke negara lain, karena sangat menguntungkan sekali, tersedia di Wuhan,” jelas Susy.

Namun, Susy mengatakan untuk turnamen Kejuaraan Tim Bulutangkis Asia 2020 yang akan berlangsung di Manila, Filipina, 11-16 Februari 2020, nanti pihaknya akan tetap menjadi anggotaangkatkan tim. Hal itu mengingat, belum ada peringatan perjalanan terkait virus Corona di Filipina.

“Ke Manila masih sesuai jadwal, perlu ini dari pemerintah belum ada travel warning ke Manila. Tapi ada arahan dari pemerintah untuk pemberian vaksin Polio untuk atlet dan tim resmi yang akan berangkat,” tuntasnya.

Terkait diketahui, pemerintah Cina mengkonfirmasi 56 orang tewas setelah virus tertular Corona yang menyerang Kota Wuhan dan sekitarnya. Memperbaiki kondisi ini, setelah 1,975 kasus pasien dipastikan tertular virus mematikan itu.

Virus Merebaknya ini, menyebabkan Kota Tianjin di wilayah Cina timur menutup seluruh layanan akses bus antarprovinsi mulai untuk mengendalikan wabah virus corona. Seperti dikutip Surat kabar Harian Rakyat, dalam laporannya Minggu (26/1). Meski demikian keputusan Komisi Transportasi Kota Tianjin, tidak menyebutkan kapan layanan-layanan bus tersebut akan diajukan.

Nah setelah Wuhan, Tianjin, kini kawasan Cina Daratan seperti Hong Kong juga telah menyetujui virus dengan membatalkan berbagai perayaan serta mengeluarkan perjalanan ke Cina. Di Hong Kong, ada lima kasus orang mengidap virus tersebut. Pemimpin kota, Carrie Lam, mengatakan akan pindah dan perjalanan cepat antara Hong Kong dan Wuhan akan pindah.

”Sekolah-sekolah di Hong Kong, yang saat ini sedang diliburkan dalam rangka Tahun Baru Imlek, akan tetap ditutup sampai 17 Februari,” jelasnya, seperti dikutip AFP, Minggu (26/1) kemarin.

Terakit virus mematikan itu, Komisioner Ombudsman RI La Ode Ida meminta pemerintah untuk mengeluarkan larangan masuk ke Indonesia sementara untuk para pekerja asal Cina. Hal itu disetujui, demi memberikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI).

“Sehubugan dengan ganti virus Corona, maka pemerintah Indonesia diminta segera mengeluarkan larangan masuk pekerja asal Cina. Virus pembatalan itu sudah terbukti bersumber dari Cina, dan pemerintah Indonesia berkewajiban melindungi warganya,” tutur La Ode, Senin (27/1) kemarin. (gie/fin/der)

  • Dipublish : 28 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami