PDI-P Nilai Rencana Terowongan Masjid Istiqlal dan Gereja Katredal Tidak Penting!

Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat pagi, 7 Februari 2020. Renovasi yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Jokowi sejak tahun 2019 lalu. Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (Foto:Setpres)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA- Politisi PDI-Perjuangan, Effendi Simbolon menilai, rencana pembangunan terowongan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral tidak penting. Dia melihat wacana itu sebagai gimmck yang dibuat pemerintah.

“Saya tidak ingin terlalu melihat gimik. Sudah cukuplah disentuh hal-hal yang sensitif begitu, enggak terlalu penting,” kata Effendi ditemui di Jakarta Pusat.

Terowongan itu, disebut-sebut sebagai simbol toleransi. Effendi mempertanyakan simbol toleransi yang dimaksud melalui terowongan. Namun begitu, anggota Komisi 1 DPR RI serahkan ke pemerintah soal rencana tersebut

“Tapi kalau mau dibangun ya silahkan saja lah,” kata Effendi.

Jokowi Setujui Pembangunan Terowongan Antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah menyetujuinya tujuan terowongan bawah tamah itu. Jokowi mengatakan, terowongan itu untuk mempermudah silaturahim antar umat beragama.

“Ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Jadi tidak kelihatan berseberangan, tapi ada silaturahmi. Memang ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Katedral. Sudah saya setujui sekalian,” kata Jokowi saat meninjau proses renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, jumat lalu. (fin/jm).

  • Dipublish : 10 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami