Pebisnis Boleh Naik Pesawat Udara

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa pebisnis yang membawa barang logistik masih diperbolehkan untuk terbang atau menggunakan pesawat udara.

Yang dimaksud pebisnis adalah adalah pelaku usaha yang membawa barang maupun logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat termasuk bahan pangan, alat kesehatan, dan lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

”Tadi ada catatan pebisnis diperkenankan naik pesawat, saya bilang monggo tapi monggo protokol kesehatan harus tepat,” kata Menhub dalam live Youtube di Jakarta, Senin (27/4).

Dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, angkutan barang atau logistik memang dikecualikan dari pemberlakukan larangan sementara transportasi baik pribadi maupun umum yang membawa penumpang.

”Untuk diketahui bahwa Kemenhub diperintahkan untuk mengatur tindak lanjut penanganan Covid-19 dan larangan mudik, karena itu kami tegak lurus membuat dua Permenhub 18 tahun 2020 dan Permenhub 25 tahun 2020. Oleh karena itu dikoordinasikan oleh Pak Menko Maritim dan Investasi sebagai Ad Interim saya,” paparnya.

Budi mengaku telah koordinasi dengan Menko Maritim, Mensesneg, Seskab, Panglima TNI, Menteri PUPR, Menlu dan Kepolisian terkait kebutuhan logistik dan kepulangan tenaga kerja dari luar negeri.

”Kami sedang urus ada 150 perusahaan swasta, prosesnya itu macam-macam, di tempat kami sudah selesai. Saya usulkan agar satu pintu saja, jangan dibiarkan orang dari pintu ke pintu, dari Menlu sudah itu ke saya terus ke Menkes, baru bisa pulang,” ujarnya.

Menhub juga meminta diskresi ke Kepolisian bagi angkutan yang mengangkut logistik diperbolehkan untuk melintas.”Saya bilang ke Kapolda, kita jangan kaku masa bakul bawa enggak boleh jalan, dikasih dong. Protokol diatur tapi jangan kaku. Ada diskresi kita berikan dan memang ada ruang diskresi di Permenhub itu,” katanya.

Untuk diketahui, Budi Karya Sumadi akan kembali aktif mengemban tugas sebagai Menteri Perhubungan mulai 5 Mei 2020. ”Saya sudah sembuh tapi belum bisa interaksi. Saya exercise. Tanggal 5 Insya Allah (kembali bekerja),” kata dia.

Ia sendiri telah mengajukan surat keterangan sehat dari dokter yang merawatnya, yakni dr. Budi dan dr. Nyoto dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) ke kantor Sekretariat Negara (Setneg). ”Setneg sudah meminta surat, sudah ditanya kapan nyambut gawe maneh (kembali bekerja),” katanya.

Meski demikian, Ia mengaku terus memantau perkembangan transportasi yang terjadi di lapangan di tengah pandemi Covid-19 ini, termasuk terlibat di dalamnya dalam perumusan dua peraturan, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

”Saya juga sudah melakukan tujuh kali rapat dengan seluruh subsektor mengenai isu di darat, laut, udara, aku mengerti semua,” ujarnya.

Saat ini pria yang akrab disapa BKS itu tengah menjalani pola hidup sehat dan bersih agar kondisinya semakin prima saat bekerja nanti.

”Kita mesti bersih, mesti sehat, kita olahraga, saya janji mau rutin kontrol ke RSPAD supaya ketauan sakitnya apa. Kalau kita kerja sama semuanya menjadi mudah,” ujarnya.

Ketika ditanya wartawan apakah dirinya bersedia jika diambil plasma darahnya. Budi pun menyanggupi. ”Kalau plasma darah, sudah dimandatkan oleh pihak rumah sakit dan saya mau anytime (kapanpun) saya diminta darahnya karena darah ini berguna di masyarakat,” kata dia.

Menhub dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) sejak 13-31 Maret 2020. Setelah dirawat, Budi Karya melakukan tes cepat (rapid test) sebanyak dua kali dan dinyatakan boleh pulang oleh dokter, namun tetap menjalani isolasi mandiri selama di rumah.

Ia juga bercerita mendapatkan banyak dukungan, mulai dari Presiden Joko Widodo, tenaga medis RSPAD, keluarga hingga wartawan yang membuatnya kembali semangat.

Selama dirawat Ia mengaku terus memantau perkembangan yang terjadi, termasuk terlibat dalam pembuatan dua peraturan yang dikeluarkan oleh Kemenhub, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Kapolri Instruksi Seluruh Polres Siapkan 10 Ton Beras untuk Warga

Pada 14 Maret lalu Menhub Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 setelah beberapa waktu terakhir dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Menhub mendapatkan serangkaian perawatan dari tim medis RSPAD secara intensif karena selain terinfeksi COVID-19, ia juga memiliki penyakit bawaan yang telah diderita sejak lama, yakni penyakit asma.

Selagi mendapatkan perawatan, peran Menhub Budi Karya digantikan sementara oleh Menhub Ad-Interim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Bahkan kemarin (27/4) pagi ini, ia pun mulai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara dengan Presiden Joko Widodo serta jajaran menteri lainnya.

Pada 14 Maret lalu Menhub Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 setelah beberapa waktu terakhir dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Menhub mendapatkan serangkaian perawatan dari tim medis RSPAD secara intensif karena selain terinfeksi Covid-19, ia juga memiliki penyakit bawaan yang telah diderita sejak lama, yakni penyakit asma. (fin/ful)

  • Dipublish : 28 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami