Pejabat Pemkot Narkoba, Walikota Makassar Siapkan Tes Urin Massal

Polisi menunjukkan barang bukti sabu-sabu. Foto: BKM
Polisi menunjukkan barang bukti sabu-sabu. Foto: BKM
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id, Makassar – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku prihatin atas kejadian empat pejabat pemkot yang terciduk diduga mengonsumsi sabu. Peristiwa tersebut dinilai sebagai aib, sangat memalukan, dan telah mencoreng institusi.

Berkaca pada kejadian tersebut, Danny mensinyalir tidak menutup kemungkinan masih ada pegawainya yang terjerat narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Karenanya, dalam waktu dekat, dia akan melakukan tes urine terhadap seluruh pegawai di lingkup pemkot.

Orang nomor satu Makassar itu mengaku dirinya sudah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk pelaksanaan tes urine secara massal.

“Jadwal tesnya tidak usah diumumkan. Saya sudah bicara sama BNN pada saat kepala BNN berkunjung ke kami. Kita sudah rencanakan. Tapi tidak usah dibilang, karena itu hal yang tidak perlu orang tahu. Karena itu operasi rahasia namanya,” terang Danny.

BACA JUGA:  Napi Pembunuhan Kabur Dari Rutan Mamuju, ini Fotonya

Danny sangat menyayangkan kenapa justru sosok-sosok senior birokrat yang terciduk menggunakan narkoba. “Sehingga saya anggap ini sebuah aib yang besar bagi Kota Makassar,” tandasnya.
Namun di sisi lain, lanjutnya, pihaknya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya pada aparat kepolisian yang membantunya untuk membersihkan Pemkot Makassar dari orang-orang yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba. Diapun mempersilakan aparat penegak hukum (APH) untuk memproses kasus ini hingga tuntas. Pihaknya membuka diri dan memberi akses seluas-luasnya bagi APH dalam meneliti dan mengembangkan kasus tersebut.

“Pemkot Makassar akan membuka pintu seluas-luasnya. Jika ada yang terlibat, atau dari hasil pengembangan, kami senantiasa membuka diri untuk APH meneliti lebih lanjut,” tuturnya.
Secara tegas dikemukakan, siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum. Pihaknya juga akan menegakkan aturan dalam lingkup birokrasi berdasarkan aturan dan undang-undang yang berlaku. “Kami akan dukung penuh usaha aparat hukum terutama dari satuan narkoba, kapolda, kapolrestabes, BNN untuk menegakkan hukum melawan narkoba mulai dari semua lini,” tegas Danny.

Jika empat pejabat yang tersandung narkoba itu berstatus tersangka, sanksi berat menanti. Yakni pemecatan dan pemberhentian dari jabatannya.Dia menambahkan, salah satu alasan kenapa ingin melakukan resetting goverment adalah karena ingin memberantas kebobrokan dan kerusakan berat yang terjadi selama dua tahun terakhir.

“Inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa saya harus melakukan resetting pemerintahan yang lebih total dan cepat. Bahwa memang terjadi kerusakan berat selama dua tahun ini di Pemkot Makassar,” tandas Danny. (jm/bkm)

  • Dipublish : 26 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami