Pekerja Apartemen di Makassar Terpapar Covid-19 Genap 100 Orang

Satgas Raika menyegel lokasi pembangunan apartemen. (foto:fajar)
Satgas Raika menyegel lokasi pembangunan apartemen. (foto:fajar)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, MAKASSAR — Kasus positif Covid-19 pekerja salah satu apartemen di Makassar terus bertambah. Jumlahnya kini genap 100 orang.

Kasus ini bermula saat pekerja yang didatangkan dari Pulau Jawa terkonfirmasi positif berjumlah 45 orang.

“Sudah 100 pas cuman yang pertama kali itu masuk namanya sudah ada 11 yang negatif,” ujarnya, Kamis (10/6/2021)

Sehingga total yang saat ini butuh penanganan sebanyak 89 orang. Dia juga melaporkan bahwa dari 243 pekerja yang di-swab, 9 di antaranya merupakan penghuni kost di sekitaran lokasi, namun mereka dilaporkan negatif

Andi Pattiware mengatakan data pekerja yang positif tersebar di 6 tempat yaitu RS Pelamonia sebanyak 45 orang, Balai Paru sebanyak 35 orang, RS Siloam 1 orang, RS Bhayangkara 1 orang, di Kos Batu Putih 1 orang dan 17 di Mes Batu Putih.

Pihaknya juga telah melakukan audiensi dengan perusahaan untuk memastikan 17 orang di mes tersebut ditangani di fasilitas khusus dan dipisahkan dengan pekerja lainnya.

“Yang kami harapkan sama perusahaan yang positif ini dipisah sama kelompoknya.Tadi malam satgas Raika sudah cek sudah betul ini dibawa ini,” jelasnya.

Sementara itu Plt Kepala Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar Hasanuddin mengatakan penyemprotan sudah dilakukan pada Selasa(8/6/2021).

“Untuk dalam ruangannya, termasuk gedung itu memang dari Damkar, termasuk di Mesnya itu,” jelasnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi bersama Master Ujung Pandang bersama dengan BPBD dimana untuk penyemprotan 5 titik Mes dilakukan oleh BPBD.

“Kita pakai semprotan yang digendong itu, damkar dan BPBD sudah turun lakukan penyemprotan secara keseluruhan,” ucapnya.

Koordinator Satgas Raika Kota Makassar, Iman Hud mengatakan, pihaknya sementara pengerjaan proyek Apartemen 31. Pekerja lain yang berada di dalam lokasi proyek diminta tak keluar. Pintu disegel.

“Ini sudah ditemukan secara fakta bahwa ada yang positif di lokasi pembangunan itu. Yang kita antisipasi bisa saja varian baru atau bukan,” kata Iman Hud.

Iman menyampaikan, para pekerja yang terkonfirmasi tersebut memang perlu diwaspadai. Makanya diantisipasi dengan melakukan penyegelan dan melarang pekerja lain keluar masuk lokasi proyek.

“Kita lakukan pengawasan untuk melockdown bangunan dan pekerja untuk tidak keluar masuk. Kan sangat berbahaya,” ujarnya.

Dia mengaku tidak mengetahui mengapa mereka bisa masuk dan lolos screening. Sebab, kata Iman, rata-rata pekerja proyek apartemen tersebut berasal dari Pulau Jawa.

“Bisa jadi juga di situ ada pekerja lokal. Dia pulang ke rumahnya lalu bertemu keluarganya, baru berbaur dengan orang lain itu juga bahaya,” imbuhnya. (fajar/jm)

  • Dipublish : 10 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami