Pelaksanaan Salat Tarwih di Masjid, Adnan Masih Tunggu Instruksi Pusat

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Y.L. (antara)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Y.L. (antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

GOWA  — Ramadan sisa beberapa hari lagi. Jelang bulan puasa umat muslim ini, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mulai mengisyaratkan pembolehan pelaksanaan salat tarwih berjamaah di masjid-masjid. Pada Ramadan tahun lalu, salat tarwih tidak dibolehkan sama sekali. Lantaran pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) memuncak.

Namun pada 2021 ini, kondisi Covid-19 terlihat mulai melandai seiring mulai banyaknya masyarakat khususnya pemerintah dan pelayanan publik melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyebaran covid 19.

Kendati kondisi penyebaran Covid-19 melandai, namun Pemerintah Kabupaten Gowa tetap mengimbau masyarakat waspada dan tetap disiplin menerapkan 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan). ”Jika pemerintah telah resmi membolehkan pelaksanaan salat tarwih di masjid pada Ramadan nanti, maka Pemerintah Kabupaten Gowa pun akan melaksanakan itu. Tapi dengan satu syarat, yakni seluruh masjid menerapkan prokes ketat,” jelas Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Isyarat membolehkan salat tarwih di masjid ini dikatakan Adnan kepada wartawan sesaat sebelum membuka Musrenbang tingkat Kabupaten Gowa di The Village Padivalley Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, akhir pekan lalu.Syarat yang dimaksud Adnan adalah seluruh masjid diharuskan membuat prosedur standar prokes dalam salat tarwih yakni mengatur jarak jamaah dan harus mengenakan masker, mencuci tangan dan tidak berkerumun.

Isyarat memperbolehkan salat tarwih di masjid saat Ramadan nanti, menurut Adnan, masih menunggu surat keputusan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman tentang pembolehan pelaksanaan salat tarwih dan Idul Fitri secara berjamaah di masjid. ”Saya bersama Forkopimda telah sepakat dan kita tetap menunggu keputusan pemerintah terkait pelaksanaan salat tarwih ini. Kalau keputusan pemerintah mengatakan boleh melaksanakan salat tarwih di masjid dan buka puasa di masjid, maka nanti kita akan buatkan terkait protokol kesehatan,” tambah Adnan.

Menurut Adnan, pihaknya akan membuatkan SOP (standar operasi pelayanan) berkaitan dengan jarak (shaf) dan cara mengatur jarak. ”Nantinya juga seluruh jamaah diwajibkan menggunakan masker saat pelaksanaan salat tarwih. Saya juga telah menginstruksikan PMI agar bekerjasama dengan masjid-masjid untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin selama Ramadan. Dulu kita pernah menyelenggarakan penyemprotan disinfektan serentak di desa dan kelurahan. Dan pasti alat-alatnya itu masih ada. Silakan pakai itu agar kenyamanan jamaah masjid tetap terjaga,” imbau Adnan.

Sebagai persiapan lainnya, kata Adnan, para imam masjid di Gowa juga sudah harus rampung menjalani vaksinasi dosis kedua pada April ini. ”Jadi imam dan marbot diharapkan sudah tervaksin semua. Bagi yang belum divaksin agar dilaporkan untuk segera divaksin,” tandas Adnan. (sar/bkm)

  • Dipublish : 7 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami