Pembagian Sembako Dibubarkan Polisi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BENGKULU – Rencana pembagian sembako yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu pada warga miskin, di Masjid Attaqwa, Senin (6/4) terpaksa ditunda. Lantaran banyak warga yang berkumpul untuk menunggu pembagian sembako tersebut. Tentu saja ini dianggap melanggar Maklumat Kapolri, sehingga polisi membubarkan kerumunan warga tersebut. “Dari pagi tadi warga cukup banyak berkumpul di sini. Karena adanya pembagian sembako oleh Baznas Kota Bengkulu. Setelah kita melihat kondisi masyarakat yang semakin ramai kita sampaikan untuk melakukan pembubaran diri,” sampai Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak, SIK.

Ditambahkannya, pembagian sembako tersebut awalnya untuk warga yang berada di sekitar Masjid At Taqwa saja. Namun tidak disangka masyarakat datang dari mana-mana menggunakan angkot, ojek online dan lainnya. “Tadi sudah kita sampaikan kepada masyaratkan untuk kedepan pembagaian sembako seperti ini akan dilaksanakan melalui RT masing-masing. Jadi tidak lagi dilakukan pembagian dengan mengumpul orang secara beramai-ramai,” jelas Pahala.

Saat dikonfirmasi, Ketua Baznas Kota Bengkulu, H. Abdulrahman Al Kaf mengatakan, Baznas Kota tidak pernah mengumumkan dan menyuruh masyarakat datang ke Masjid Attaqwa untuk mengambil sembako. Selain itu Baznas juga tidak pernah mengumumkan kalau akan memberikan sembako untuk masyarakat. Mereka mengetahui ini dari mulut ke mulut dan media sosial.

“Rencana kita diawal, dalam pembagian ini hanya menyuruh koordinator atau perwakilan saja untuk menyerahkan berkas persyaratan, kemudian perwakilan saja yang mengambil sembako ini. Namun karena sudah terlanjur bocor makanya semua masyarakat datang semua ke Attaqwa untuk mengambil sembako. Selain itu Saya juga berkoordinasi dengan Kapolres untuk meminta pengamanan dalam pembagian sembako ini dengan skema awal kita dengan massa yang tidak terlalu banyak atau perwakilan saja,” ujarnya.

Namun, setelah di lapangan ternyata banyak warga yang datang. sehingga Baznas dengan Polres sepakat untuk membubarkan massa sehingga sembako batal dibagikan dan akan ditunda. Dengan kondisi seperti maka Baznas kota akan memberikan sembako ini ke setiap kelurahan yang kemudian akan di serahkan ke ketua RT untuk pembagiannya. Apabila berkasnya sudah lengkap untuk perwakilan menyerahkan ke Baznas Kota.

“Kita akan membuat surat untuk Kecamatan untuk meminta setiap Kelurahan yang mengambil sembako ini dan mereka yang akan membagikan Dengan setiap Ketua RT. Dengan sistem begini maka pembagiannya akan dipecah sesuai koordinir masing-masing, sehingga tidak ada mengumpulkan massa yang begitu banyak. Untuk kriteria penerima, bagi masyarakat yang sangat berdampak perekonomiannya akbir virus ini seperti, pekerja swasta yang di PHK, sopir angkot, tukang ojek, pedagang kecil keliling, buruh harian,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk persyaratan berkas yang harus disiapkan seperti, fotocopy KK, KTP sama surat keterangan tidak mampu dengan dijelaskan kalau orang yang bersangkutan sudah di PHK, orang yang bersangkutan bekerja sebagai tukang ojek, sopir angkot, pedagang keliling. Karena memang sembako ini memang benar-benar untuk masyarakat yang berdampak.

“Rencana sembako yang kita bagikan untuk berjumlah 1.000 sembako. Apabila nanti 1000 sembako ini kurang, maka nantinya akan kita siapkan dan bagikan kembali untuk masyarakat,” Demikian Abdulrahman.(jee/fin)

  • Dipublish : 7 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami