Pembagian Sembako, Ombudsman Makassar Terima 40 Ribu Aduan Warga

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR — Menjelang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar yang akan dilaksanakan 24 April hingga 7 Mei 2020 mendatang, pemerintah Kota Makassar mulai menyalurkan bantuan sosial  berupa sembako secara berjenjang.

Namun, baru dua hari pembagian sembako, telah banyak yang menyoroti kinerja Pemkot. Sebanyak 40 ribu warga protes tidak mendapat bantuan.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Ombudsman Kota Makassar, Nurul Fitratullah Abbas, menekankan agar Pemerintah Kota Makassar menyalurkan bansos tersebut secara merata dan tepat sasaran.

“Pemerintah Kota Makassar harus teliti dalam menyalurkan bantuan sosial ini, pendataannya harus akurat jangan sampai ada masyarakat yang layak menerima namun tidak kebagian,” ujarnya, Selasa (22/4) lalu.

Menurutnya, Pemkot harus profesional dalam proses pembagian sembako nantinya. “Sebab dengan kondisi seperti ini diperlukan keadilan yang merata karena ini menyangkut kemaslahatan ummat,” tambahnya.

Lebih jauh, kata dia, masyarakat juga perlu ikut serta dalam mengawal penyaluran bantuan sosial ini.

“Apabila ada masyarakat seharusnya layak mendapat bantuan sosial tersebut, namun tidak kebagian atau jumlah nominal yang diterima penerima bansos tidak sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah hal ini bisa dilaporkan secara online ke kami melalui http://bit.ly/laporkidiombudsman,” tutupnya. (ibl/fajar/jm)

  • Dipublish : 23 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami