Pembelajaran Tatap Muka Dengan Protokol Kesehatan 5M Segera Dimulai

Mendikbud Nadiem Makarim. Ilustrasi Foto: Humas Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim. Ilustrasi Foto: Humas Kemendikbud
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mewajibkan seluruh sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka mulai Juli 2021.

Pembelajaran tatap muka dimulai Juli 2021 diputuskan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Ada beberapa faktor penyebab sehingga pembelajaran tatap muka wajib dilaksanakan, salah satunya kesehatan mental siswa.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim meminta agar PTM segera dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Pemerintah tidak ingin mengorbankan proses pembelajaran serta kesehatan mental anak-anak sekolah Indonesia.

“Menurun (efektivitas) pembelajaran jarak jauh (PJJ) di seluruh dunia saat pandemi ini melanda. Kita mengetahui ini karena ada berbagai macam laporan mengenai berbagai macam kendala yang dialami,” katanya, Rabu (5/5/2021).

Ada beberapa persoalan kurang efektifnya PJJ. Pertama masalah konektivitas sinyal yang tidak reliable serta siswa yang tidak memiliki gawai. Padahal, hal seperti ini sangat fundamental dalam PJJ.

“Sehingga, pelaksanaan PJJ pun di berbagai daerah sangat sulit dilakukan,” tegasnya.

Fakta kedua, adalah dampak psiko sosial siswa. Sebab banyak sekali siswa yang mengalami kebosanan di rumah, kejenuhan, dengan begitu banyaknya video conference yang dilakukan.

Berdasarkan hasil evaluasi, kondisi belajar tidak dinamis; siswa kesepian dan mengalami depresi karena tidak bertemu dengan teman-teman dan gurunya.

Belum lagi ditambah permasalahan domestik, mulai dari stres yang disebabkan terlalu banyak berinteraksi di rumah dan kurang ke luar.

“Ini juga terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Juga peningkatan level stres daripada orang tua. Yang dengan kesibukannya juga harus membantu membimbing anaknya dalam proses pembelajaran jarak jauh,” urainya.

Melihat berbagai faktor yang ada, pemerintah pun menilai bahwa PJJ tidak optimal. Khususnya di wilayah pelosok dan terluar yang infrastruktur teknologinya kurang memadai.

“Kita tidak bisa menunggu lagi dan mengorbankan pembelajaran dan kesehatan mental daripada murid-murid kita,” tegasnya.

Taati Protokol Kesehatan 5M

Sekolah yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka diminta menerapkan protokol kesehatan 5M untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Gerakan 5M protokol kesehatan 5M merupakan pelengkap dari aksi 3M, yaitu:

1. Memakai masker,

2. Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,

3. Menjaga jarak,

4. Menjauhi kerumunan, serta

5. Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Gerakan 5M ini dipercaya dapat mencegah dan menghindarkan diri dari penularan virus Corona. (pojoksatu/jm)

  • Dipublish : 8 Mei 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami