Pemeriksaan di Terminal Kedatangan Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Diperketat

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

DENPASAR,—Sebagai upaya mengantisipasi penularan dan penyebaran covid-19 melalui jalur transportasi udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan  bersama  Komite FAL melakukan pengawasan secara intensif. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali misalnya.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di terminal kedatangan Internasional tetapi juga di terminal kedatangan domestik. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku dan dilakukan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan personel perbantuan dari PT Angkasa Pura I dan TNI AU.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie menyampaikan agar seluruh anggota FAL Bandara untuk  terus saling berkoordinasi. ”Tetap memperhatikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna transportasi udara,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Dewi Aryani mengatakan, berdasarkan informasi yang dia dapat bahwa prosedur dan proses yang dilakukan dalam melakukan tes terhadap pasien Covid-19 memakan waktu antara 3-5 hari. Selanjutnya, semua tes swab pasien dikirim ke Kemenkes untuk diuji dan hasilnya dikembalikan lagi ke rumah sakit rujukan dengan rentang waktu antara 3-5 hari. “Itu pun masih di wilayah Pulau Jawa. Bagaimana jika rumah sakit rujukan berada di luar Pulau Jawa dengan lokasi yang jauh dari pusat kota dan bandara,?” ucap dia.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR itu mengatakan, Menkes sebaiknya jujur terkait jumlah alatnya dan berapa jumlah pasien yang sudah dites.  Singapura, Korea dan beberapa negara lainnya sudah melakukan tes kepada puluhan ribu, bahkan ratusan ribu orang.

Anehnya, kata dia, Indonesia hanya melakukan tes kepada 300-an orang saja. Tentu hal itu tidak masuk akal dengan luasan wilayah dan pintu masuk ke Indonesia yang begitu banyak dan beragam.

Dia mendesak pemerintah lebih terbuka. Pemerintah juga harus segera melakukan langkah cepat untuk menambah alat dan jumlah orang yang dilakukan tes. Bukan untuk membuat panic, tapi lakukan secara proporsional merata di semua provinsi. “Jangan anggap sepele dan santai menyikapi hal ini,” pungkas Dewi. (lombokpost.jawapos.com/jm)

  • Dipublish : 11 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami