Pemerintah Diminta Segera Evakuasi Warga Negara Indonesia di Iran

Syrian demonstrators burn the US flag as they gather in the central Saadallah al-Jabiri square in the northern Syrian city of Aleppo on January 7, 2020, to mourn and condemn the death of Iranian military commander Qasem Soleimani, and nine others in a US air strike in Baghdad. (Photo by - / AFP)
Syrian demonstrators burn the US flag as they gather in the central Saadallah al-Jabiri square in the northern Syrian city of Aleppo on January 7, 2020, to mourn and condemn the death of Iranian military commander Qasem Soleimani, and nine others in a US air strike in Baghdad. (Photo by - / AFP)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Pemerintah diminta segera mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Hal ini terkait saling serang antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan pemerintah harus menyiapkan rencana atau “contingency plan” mengamankan WNI di Iran. Untuk mengantisipasi meningkatnya ketegangan AS dengan Iran.

“Menurut saya perlu (contingency plan), terutama negara lain sudah melakukan itu. Kita tidak tahu perkembangan apa yang akan terjadi, apakah mereda atau justru ekskalasinya meningkat,” katanya di Jakarta, Rabu (8/1).

Pemerintah harus mengevakuasi WNI ke daerah aman, selain memberikan imbauan untuk menjamin keselamatan WNI.

Fadli mencontohkan di wilayah Irak, hanya di “green zone” merupakan daerah yang dianggap aman, di luar daerah itu tidak aman.

“Warga Indonesia harus ada langkah evakuasi ke wilayah yang lebih aman. Saya kira ini terjadi di Libya, ada evakuasi dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Iran Octavino Alimudin menyebut pemerintah telah mengevakuasi WNI ketika serangan saling balas mulai menyasar kota-kota di Negeri Para Mullah.

“Ketika ada serangan balik, maka itu jadi satu titik bagi kita untuk mengevakuasi WNI di daerah yang kritis,” katanya di Jakarta.

Dijelaskannya, daerah kritis yang dimaksud di antaranya wilayah perbatasan dan kawasan peluncuran rudal. Sejauh ini Kedubes RI untuk Iran di Teheran telah menghubungi para WNI di daerah perbatasan Iran dan Irak.

“Warga negara Indonesia yang tinggal di perbatasan ada tiga orang. Di luar itu, ada satu orang tetapi dia sedang tidak berada di tempat. Kita cek satu-satu keberadaan mereka,” terangnya.

Sementara, dikutip dari laman resminya, pihak Kementerian Luar Negeri mengimbau WNI di Irak maupun Iran untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi dan imbauan otoritas setempat.

“Memperhatikan situasi politik dan keamanan di wilayah Irak, Iran dan sekitarnya, masyarakat WNI diimbau untuk terus menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat. Untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi dan dampaknya terhadap WNI, re?ncana kontijensi telah disiapkan oleh Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan-perwakilan RI di wilayah tersebut,” demikian keterangan dalam laman resmi Kemlu.

Hotline Kemlu

Kemlu meminta WNI untuk menghubungi Perwakilan RI setempat/terdekat jika memerlukan informasi dan bantuan.

Nomor hotline:

KBRI Baghdad: +964 780 6610 920/+9647500365228

KBRI Tehran: +989120542167

KBRI Kuwait City:+965-9720 6060

KBRI Manama:+973-3879 1650

KBRI Doha:+974-33322875

KBRI Abu Dhabi:+971-566-156259

KBRI Amman: +962 7 7915 0407

KBRI Damascus: +963 954 444 810

KBRI Beirut: +961 5 924 676

KBRI Muscat: +968 9600 0210

KBRI Riyadh: +966 56 917 3990

KJRI Dubai: +971-56-3322611/+971-56-4170333

KJRI Jeddah: +966-50360 9667

Kementerian Luar Negeri juga telah mengaktifkan kembali crisis centre dengan nomor +62 812-9007-0027.?(fin)

  • Dipublish : 9 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami