Pemerintah Malaysia akan Berikan Vaksin Booster secara Gratis

Ilustrasi. Dirjen Kesehatan KKM, Dr Noor Hisham Abdullah (The Star)
Ilustrasi. Dirjen Kesehatan KKM, Dr Noor Hisham Abdullah (The Star)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) akan memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster (penguat) pada kelompok penerima pertama secara gratis.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin di Putrajaya, Kamis, mengatakan suntikan vaksin tersebut akan diberikan pada para warga berusia 60 tahun ke atas dan tenaga kesehatan penerima dosis lengkap sekurang-kurangnya enam bulan lalu.

“Individu yang layak akan diumumkan melalui MySejahtera, manakala individu tanpa aplikasi tersebut bakal diberi tahu melalui layanan sms atau panggilan telepon oleh Pusat Pemberian Vaksin (PPV),” katanya.

Pemberian vaksin booster gratis itu melanjutkan Program Imunisasi Covid-19 Kebangsaan (PICK) untuk memastikan tempo perlindungan optimal diperoleh penerima vaksin Covid-19 di Malaysia. “Dosis booster diberikan kepada seseorang yang sebelumnya mendapat perlindungan mencukupi setelah vaksinasi lengkap, namun perlindungan itu berkurang dari waktu ke waktu,” katanya.

Khairy mengatakan, pemberian vaksin akan akan dilakukan klinik swasta di bawah ProtectHealth Corporation Sdn Bhd. “Tenaga kesehatan swasta boleh mendapatkan dosis booster tergantung kepada persetujuan Dinas Kesehatan Provinsi,” katanya.

Dia mengatakan kemudahan juga diberikan kepada Angkatan Tentera Malaysia (ATM) untuk mendapatkan dosis booster tersebut. “Pemberian dosis ketiga ini akan melibatkan penerima dosis lengkap vaksin Comirnaty produksi Pfizer BioNTech, yang mana individu tersebut bakal diberikan jenis vaksin yang sama,” katanya.

Dia menegaskan, hanya vaksin Comirnaty yang mendapatkan izin bersyarat oleh Pihak Berkuasa Pengawalan Narkoba (PBKD) pada 8 Oktober. “KKM merancang memulai kajian pemberian dosis booster bagi jenis vaksin lain yang akan dilaksanakan di Sarawak pada November dan bakal diperluaskan ke negeri lain setelah mendapat izin Komite Etika Penyelidikan Pengobatan (MREC),” katanya. (*)

  • Dipublish : 15 Oktober 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami