Pemerintah Menolak Dianggap Lelet Hadapi Covid-19, Ini Alasannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah menolak dianggap terlambat menangani Covid-19 di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam rapat kerja bersama Komite I DPD RI, Jumat (8/5).

Mahfud mengatakan, kasus korona pertama kali diketahui di Tiongkok pada Desember 2019. Pemerintah mengaku sudah melakukan rapat kabinet membahas korona pada 27 Desember 2019. Saat itu, diputuskan pemerintah menutup penerbangan Indonesia-Tiongkok.

“Ini sekaligus penjelasan atau klarifiaksi terhadap simpang siurnya opini di luar bahwa pemerintah itu sangat terlambat menangani Covid ini,” kata Mahfud.

Kemudian, kata Mahfud, setelah kebijakan ini dibuat, pemerintah Indonesia mengirim nota diplomasi kepada pemerintah Tiongkok untuk meminta izin menjemput 347 WNI di Wuhan, Provinsi Hubei.

Pemulanhan ini pun terealisasi pada 5 Januari 2020. “Ini untuk menunjukkan lagi bahwa sejak awal kami sudah tanggap terhadap soal Covid-19 ini,” imbuhnya.

Para WNI ini kemudian dikarantina di Pulau Natuna, Kepulauan Riau selama 14 hari. Sejak saat itu, diskusi di tingkat kabinet pun terus dilakukan. Salah satu yang dibicarakan yakni membangun rumah sakit khusus penyakit menular.

“Di Indonesia sampai saat itu belum ada (rumah sakit khusus). Tapi kita sudah mulai bertindak untuk mengantisipasi,” jelas Mahfud.

Hingga pada akhirnya kasus pertama Covid-19 di Indonesia terjadi pada 2 Maret 2020. Pada saat itu, pemerintah memang lebih menekankan pernyataan untuk publik terkait menjaga imunitas tubuh, dan tidak panik. Karena kepanikan justru bisa mempengaruhi daya tahan tubuh, sehingga mudah tertular virus.

“Memang pada waktu itu pesan kita kepada masyarakat tidak usah panik. Dan itu hasil diskusi di kabinet, Menkes mengatakan tidak boleh dihadapi dengan panik,” pungkas Mahfud. (jp)

  • Dipublish : 9 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami