Pemerintah Naikkan Dana BOS untuk Madrasah

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan, bahwa ada peningkatan unit cost Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pada Raudhatul Athfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah tahun 2020.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, sejak 2009 kemenag telah mengubah orientasi BOP RA dan BOS. Jika sebelumnya berorientasi pada perluasan akses, maka kini orientasinya lebih kepada peningkatan mutu madrasah.

“Kami berharap penambahan jumlah unit cost tersebut dapat membantu madrasah dalam mengalokasikan anggaran yang berorientasi pada mutu pembelajaran,” kata Kamaruddin, Kamis (9/1)

Kamaruddin menjelaskan detail dari peningkatan unit cost ini, sebelumnya BOP RA sebesar Rp300.000/siswa, tahun ini menjadi Rp600.000/siswa. Untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), naik dari Rp800.000/siswa menjadi Rp900.000/siswa.

“Sementara Madrasah Tsanawiyah (MTs), naik dari Rp1.000.000/siswa menjadi Rp1.100.000/siswa. Kemudian untuk BOS Madrasah Aliyah (MA) dan MA Kejuruan (MAK), naik dari Rp1.400.000/siswa menjadi Rp1.500.000/siswa,” paparnya.

Selain itu, lanjut Kamaruddin, untuk tata kelola BOS Dirjen Pendidikan Islam juga dilakukan peningkatan kualitas. Menurutnya, peningkatan itu dilakukan melalui sistem aplikasi e-RKAM yang baru akan diterapkan pada tahun anggaran 2021, dan diterapkan secara bertahap.

“Tahap pertama akan dilaksanakan di 12 provinsi diantaranya Aceh, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Gorontalo,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A. Umar menjelaskan, E-RKAM merupakan sistem aplikasi berbasis web yang akan digunakan dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM).

Menurutnya, aplikasi ini nanti diharapkan dapat membantu madrasah dalam mengelola dana BOS dengan lebih transparan dan akuntabel.

“Aplikasi ini tidak hanya untuk perencanaan dan penganggaran saja, melainkan juga untuk pelaporan,” ujarnya. (der/fin)

Selain itu, E-RKAM juga merupakan program inovasi yang selaras dengan tantangan Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan munculnya kemajuan dalam bidang fintech (financial technology).

“Layanan birokrasi jangan sampai ketinggalan jauh dengan pergerakan disrupsi fintech,” pungkasnya. (der/fin)

  • Dipublish : 10 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami