Pemerintah Nonaktifkan Ribuan PBI BPJS

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SENGKANG – Sebanyak 10.618 peserta BPJS Kesehatan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dinonaktifkan di Kabupaten Wajo. Kepala BPJS Kesehatan Wajo, Sri Wahyuni, menyampaikan kebijakan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial No. 79/HUK/2019 tentang penonaktifan dan perubahan data peserta PBI jaminan kesehatan.

“BPJS Kesehatan menonaktifkan 5,2 juta peserta program PBI jaminan kesehatan secara nasional. Itu mulai dilakukan per tanggal 1 Agustus kemarin,” ujar Wahyuni, Minggu, 4 Agustus.

Merujuk kebijakan nasional itu, dari jumlah 5,2 juta peserta dicabut tersebut, terdapat 10.618 peserta di Wajo terdampak dalam penonaktifan data tahap I. Ke depannya, masih ada tahapan selanjutnya.

“Beruntung di Wajo karena jumlah pengganti program PBI jaminan kesehatan lebih banyak dibanding yang dinonaktifkan. Jumlah pengganti PBI BPJS tahap I sebanyak 19.868 peserta. Jadi selisihnya 9.250,” jelasnya.

Bupati Wajo Amran Mahmud memilih irit bicara terkait penonaktifan puluhan ribu warganya itu. Kendati begitu, pihaknya tetap mengupayakan masyarakat terakomodir dalam program jaminan kesehatan itu.

Di Sinjai, warga bernasib sama ada sebanyak 5.602 orang. Kepala BPJS Sinjai, Saleh menjelaskan, peserta BPJS itu diusulkan untuk dinonaktifkan karena tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Juga disebabkan karena pemilik kartu tidak pernah melakukan layanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelola Informasi dan Basis Data Terpadu, Dinas Sosial Sinjai, Muhibuddin menambahkan, data yang dinonaktifkan tersebut tidak masuk dalam basis dsta terpadu. “Selama ini juga tidak dilengkapi dengan NIK dan nomor kartu keluarga,” kuncinya.

(man-sir/iad)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 5 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami