Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19 di Pusat Kegiatan Ekonomi

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Foto: tangkapan layar dalam video Kemenkes.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Foto: tangkapan layar dalam video Kemenkes.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Pemerintah terus berupaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19, terutama di daerah-daerah pusat kegiatan ekonomi dengan mobilitas warga tinggi. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, percepatan pelaksanaan vaksinasi merupakan satu dari tiga pilar utama penanggulangan COVID-19 yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

“Pemerintah sedang meningkatkan jumlah vaksinasi harian mencapai 1.250.000 suntikan pada Agustus di tujuh wilayah aglomerasi dan menyiapkan 1.230.000 suntikan vaksin di luar wilayah aglomerasi Jawa-Bali,” katanya di Jakarta, Senin (9/8) pagi.

Menurut Nadia, pemerintah sudah menyiapkan 258 juta vaksin COVID-19 untuk pelaksanaan vaksinasi selama Agustus hingga Desember 2021. Selain mempercepat pelaksanaan vaksinasi, pemerintah memasifkan kampanye penerapan protokol kesehatan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), yang merupakan pilar utama kedua dalam penanggulangan COVID-19.

“Untuk mengantisipasi kondisi buruk akibat varian baru COVID-19, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan. Karena itu cara yang paling efektif untuk mencegah varian baru dan bertambahnya varian baru,” katanya.

Pilar utama ketiga dalam penanggulangan COVID-19 mencakup kegiatan pemeriksaan, pelacakan, dan penanganan kasus secara masif. Nadia mengatakan bahwa pemerintah menargetkan bisa melaksanakan 579.000 ribu pemeriksaan per hari untuk mendeteksi penularan COVID-19 serta melacak setidaknya sepuluh kontak erat dalam setiap kasus penularan virus corona.

Nadia menjelaskan, pemerintah juga berupaya memastikan ketersediaan ruang perawatan dan fasilitas karantina serta obat dan alat kesehatan untuk penanganan pasien COVID-19.

Ia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan fasilitas isolasi terpusat di Pulau Jawa dan Bali dengan jumlah tempat tidur pasien seluruhnya 49 ribu lebih. (antara/jpnn)

  • Dipublish : 9 Agustus 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami