Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Diduga Tewas di Suriah oleh Serangan AS

Gambar ini dibuat dari video yang diposting di situs web militan 5 Juli 2014. Ini menunjukkan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, menyampaikan khotbah di sebuah masjid di Irak. (Foto: AP)
Gambar ini dibuat dari video yang diposting di situs web militan 5 Juli 2014. Ini menunjukkan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, menyampaikan khotbah di sebuah masjid di Irak. (Foto: AP)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

WASHINGTON,- Pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, diyakini telah tewas dalam operasi militer AS di Suriah. Demikian dikatakan sumber pada hari Minggu (27/10).

Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan kepada Reuters, Baghdadi menjadi sasaran dalam serangan semalam. Namun ia tidak dapat mengatakan apakah operasi itu berhasil.

Seorang komandan salah satu faksi militan di provinsi barat laut Suriah, Idlib, mengatakan Baghdadi diyakini telah tewas dalam serangan setelah tengah malam pada Sabtu. Serangan tersebut turut menghadirkan helikopter, pesawat tempur, dan bentrokan darat di desa Brisha, dekat perbatasan Turki.

Dua sumber keamanan Irak dan dua pejabat Iran mengatakan mereka telah menerima konfirmasi dari dalam Suriah bahwa Baghdadi telah terbunuh.

“Iran diberitahu tentang kematian Baghdadi oleh para pejabat Suriah yang mendapatkannya dari lapangan,” kata salah satu pejabat.

Newsweek, yang pertama kali melaporkan berita tersebut, mengatakan telah diberitahu oleh seorang pejabat Angkatan Darat AS yang memberi pengarahan tentang serangan itu bahwa Baghdadi sudah mati. Dikatakan operasi itu dilakukan oleh pasukan operasi khusus setelah menerima intelijen yang bisa ditindaklanjuti.

Juru bicara Gedung Putih, Hogan Gidley, mengumumkan pada hari Sabtu malam bahwa Trump akan membuat pernyataan pada hari Minggu. Gidley tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang topik pernyataan Trump.

Presiden memberikan indikasi bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Sabtu malam ketika dia mencuit tanpa penjelasan bahwa: “sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!”

Trump telah menghadapi kritik pedas dari Partai Republik dan Demokrat atas penarikan pasukan AS dari Suriah timur laut. Penarikan tersebut dinilai dapat membuat Turki menyerang Kurdi, sekutu Amerika.

Selain itu, kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik yang menyatakan kekhawatiran bahwa hal itu akan menyebabkan militansi ISIS untuk mendapatkan kembali kekuatan dan menimbulkan ancaman bagi kepentingan AS.

Selama berhari-hari, para pejabat AS mengkhawatirkan ISIS akan berupaya memanfaatkan gejolak di Suriah. Namun mereka juga melihat peluang potensial, di mana para pemimpin ISIS dapat melepaskan diri dari rutinitas yang lebih rahasia untuk berkomunikasi dengan para operator, berpotensi menciptakan peluang bagi AS dan sekutunya untuk mendeteksi mereka.

Baghdadi sudah lama dianggap bersembunyi di suatu tempat di perbatasan Irak-Suriah. Ia telah memimpin kelompok itu sejak 2010, ketika itu masih merupakan cabang bawah tanah Al Qaeda di Irak.

Pada 16 September, jaringan media ISIS mengeluarkan pesan audio selama 30 menit yang diklaim berasal Baghdadi. Sang pemimpin mengatakan operasi berlangsung setiap hari dan meminta para pendukung untuk membebaskan wanita yang dipenjara di kamp-kamp di Irak dan Suriah.

Dalam pesan audionya, Baghdadi juga mengatakan AS telah dikalahkan di Irak dan Afghanistan, dan bahwa Amerika Serikat telah “diseret” ke Mali dan Niger.

Pada puncak kekuasaannya, Negara Islam memerintah jutaan orang di wilayah yang membentang dari Suriah utara melalui kota-kota dan desa-desa di sepanjang lembah Tigris dan Efrat ke pinggiran ibukota Irak, Baghdad.

Tetapi jatuhnya Mosul dan Raqqa pada tahun 2017, yang merupakan basis kuatnya di Irak dan Suriah, melucuti Baghdadi, seorang Irak, dari perangkap seorang khalifah dan mengubahnya menjadi buron yang diduga bergerak di sepanjang perbatasan gurun antara Irak dan Suriah.

Serangan udara AS menewaskan sebagian besar letnannya, dan sebelum Negara Islam menerbitkan pesan video Baghdadi pada bulan April ada laporan yang saling bertentangan mengenai apakah ia masih hidup.

Meskipun kehilangan wilayah signifikan terakhirnya, Negara Islam diyakini memiliki sel-sel tidur di seluruh dunia, dan beberapa pejuang beroperasi dari bayang-bayang di gurun Suriah dan kota-kota Irak. [ah/voa]

 

Sumber: www.voaindonesia.com

 

 

  • Dipublish : 28 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami