Pemkot Surabaya Diminta Segera Antisipasi Mutasi SARS-CoV-2

Ilustrasi Bio Farma segera memproduksi alat pendeteksi Covid-19, berupa Rapid Test berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), yang dapat melakukan pemeriksaan SARS CoV2 (virus korona) atau Covid-19. (Humas Bio Farma/Antara)
Ilustrasi Bio Farma segera memproduksi alat pendeteksi Covid-19, berupa Rapid Test berbasis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), yang dapat melakukan pemeriksaan SARS CoV2 (virus korona) atau Covid-19. (Humas Bio Farma/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id–Pemerintah Kota Surabaya diminta segera mengantisipasi SARS-CoV-2 yang membawa mutasi D614G penyebab penyakit Covid-19 yang dinyatakan sudah terdeteksi di sejumlah daerah di Indonesia. Termasuk di Surabaya.

”Warga harus lebih waspada dan taat protokol kesehatan,” kata anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma seperti dilansir dari Antara di Surabaya.

Menurut dia, begitu mutasi virus ditemukan di Inggris, beberapa negara di Eropa seperti Jerman, Belgia, dan Belanda, memberlakukan langkah pelarangan penumpang dari negara yang telah mengidentifikasi virus baru tersebut ada.

Tidak hanya itu, virus korona jenis baru itu dikabarkan sudah masuk ke Malaysia dan Singapura. Bahkan, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan, mutasi virus korona sudah terdeteksi di sejumlah daerah di Indonesia yakni Surabaya, Jogjakarta, Tangerang, Jakarta, dan Bandung.

Untuk itu, kata William Wirakusuma, Pemkot Surabaya harus memperketat jalur perbatasan Kota Surabaya dengan melakukan pemeriksaan lebih ketat dan memberlakukan larangan masuk Kota Surabaya bagi penumpang yang berasal dari negara-negara di mana tempat virus Covid-19 jenis baru sudah teridentifikasi.

Menurut dia, Pemkot Surabaya harus mengambil langkah cepat agar mengaktifkan kembali kampung tangguh. Peran warga melalui kampung tangguh merupakan bagian penting dalam mencegah persebaran virus Covid-19 di Surabaya. Para ketua RW diharapkan mulai mengaktifkan kembali kampung tangguh.

”Belum lagi dampak liburan akhir tahun, banyak warga Surabaya yang pergi liburan. Agar setelah libur akhir tahun Covid-19 tidak tersebar, langkah melakukan mikro lockdown adalah hal yang sangat penting,” ujar William.

Jadi, begitu di suatu wilayah RT terdapat pasien positif, semua warga RT tersebut harus diusap (swab) dan sementara menunggu hasil, wilayah tersebut di-lockdown. Pemkot Surabaya selama itu memberikan makanan bagi warga tersebut atau RW dan wilayah RT lain membantu.

”Karena itu, ayo, sama-sama jaga Surabaya. Jangan sampai Covid-19 jenis baru ini tersebar di Surabaya. Jaga protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan,” kata William Wirakusuma yang juga ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD Kota Surabaya itu.

Pelaksana Tugas Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sebelumnya mengatakan, Pemkot Surabaya bersama Pemprov Jatim sudah menyepakati untuk mengaktifkan kembali kampung tangguh di Kota Surabaya. Untuk mendukung hal itu, Whisnu menyatakan, bantuan dana hibah bagi kampung tangguh bakal segera cair pekan depan. Hal itu, diharapkan pula dapat menjadi stimulan bagi warga untuk menjaga kampung dari persebaran Covid-19 saat libur panjang Nataru.

”Sekaligus kita aktifkan, sambil warga menjaga kampungnya pada masa libur panjang tahun baru ini,” kata Whisnu. (jawapos.com)

  • Dipublish : 28 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami