Pemprov DKI Buka Opsi Gage Diterapkan 24 Jam di Seluruh Ruas Jalan

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberlakukan kembali kebijakan ganjil genap (gage) untuk menekan volume lalu lintas selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. Setelah dijalankan 5 hari, sejumlah evaluasi dilakukan jajaran Dinas Perhubungan DKI bersama Polda Metro Jaya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, saat ini penerapan gage dilakukan parsial, dibagi menjadi dua waktu. Yakni pagi dan sore hari. Namun, ke depan bisa saja sistem penerapan itu diubah, sesuai dengan situasi lalu lintas.

“Ini akan kami evaluasi dan bukan tidak mungkin pola gage yang diatur dalam Pergub 51 tahun 2020 tentang PSBB masa transisi ini bisa di terapkan,” kata Syafrin di Senayan, Jakarta, Jumat (7/8).

“Apa itu, itu adalah (gage) bisa diterapkan di seluruh ruas jalan. Bisa diterapkan sepanjang hari, bisa juga diterapkan bagi selruruh kendaraan bermotor yang ada di jalan,” imbuhnya.

Syafrin menjelaskan, setelah kebijakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ditiadakan sejak 14 Juni 2020, intrumen pengatur pergerakan masyarakat di DKI yang efektif hanya mengandalkan gage. Sehingga apabila lalu lintas terus meningkat, pengetatan gage bisa saja dilakukan.

“Jadi kenapa ini bisa diterapkan karena gage menjadi instrumen kebijakan yang kewenangannya bisa dilaksanakan pemprov DKI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan mengaktifkan kembali kebijakan ganjil genap (gage) untuk kendaraan roda 4. Kebijakan ini tak lepas dari situasi lalu lintas selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang semakin meningkat.

“Kebijakan pembatasan lalu lintas diberlakukan kembali pada Senin 3 Agustus 2020,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Syafrin mengatakan, peningkatan volume lalu lintas di kawasan gage dikarenakan masih ada kekhawatiran masyarakat untuk menggunakan angkutan umum akibat dari potensi penyebaran Covid-19. Volume lalu lintas pada PSBB masa transisi dibandingkan dengan kondisi normal (Februari 2020) mengalami peningkatan hingga 1,47 persen di ruas jalam tertentu. (jp)

  • Dipublish : 8 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami