Pemprov Jatim Kirim 1.000 Alat Rapid Test Selidiki Klaster Temboro

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SURABAYA,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirim bantuan sebanyak 1.000 alat rapid test atau pemeriksaan cepat Covid-19 untuk menyelidiki klaster atau penularan yang diinformasikan berasal dari Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, telah memerintahkan Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Kohar Hari Santoso SpAn untuk turun langsung ke Desa Temboro, Magetan.

”Doketer Kohar sudah berangkat ke Temboro dengan membawa 1.000 alat rapid test dan 2.000 paket masker untuk dibagikan kepada masyarakat di sana,” ujar Khififah seperti dilansir dari Antara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (20/4) malam.

Berdasar informasi, sebanyak 43 warga negara Malaysia yang tercatat sebagai santri di Pondok Pesantern (Ponpes) Al Fatah, Temboro, Magetan, terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan di negara asalnya. Gubernur Khofifah memastikan penyelidikan klaster Temboro masih terus dilakukan dengan dibantu oleh Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai Kohar Hari Santoso.

Gubernur Khofifah juga menggelar konferensi video dengan Bupati Magetan Suprawoto dan diperoleh keterangan sebanyak 200 lebih santri Ponpes Al Fatah Temboro asal Malaysia diperbolehkan pulang beberapa waktu lalu, setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan. Bupati Suprawoto menjelaskan ada sekitar 400 lebih santri asal Malaysia yang saat ini sedang menuntut ilmu di Ponpes Al Fatah Temboro, setelah melalui pemeriksaan kesehatan, sekitar 200 lebih dipulangkan.

”Sisanya, sebanyak 227 santri Malaysia sampai sekarang masih berada di lingkungan Ponpes Al Fatah,” kata Suprawato.

Namun, lanjut Suprawoto, pemeriksaan kesehatan terhadap para santri di Ponpes Al Fatah ketika itu tidak meliputi rapid test karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki. Sampai sekarang, di Kabupaten Magetan terdata sebanyak 10 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sembilan orang di antaranya dipastikan tertular melalui klaster Bogor, Jawa Barat. Satu pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di RSUD Soedono, Madiun, terdata sebagai warga Desa Temboro, Magetan.

”Pasien ini tidak tinggal di lingkungan Ponpes Al Fatah. Namun, beliau memiliki pondokan berlokasi di Desa Temboro. Sampai sekarang masih kami selidiki asal klasternya,” ujar Suprawoto.

Petugas kesehatan telah melakukan tracing terhadap 26 orang yang diketahui melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 tersebut dan dilakukan rapid test yang hasilnya negatif. (jp)

  • Dipublish : 21 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami