Pemprov Sulsel Keluarkan Ketentuan Soal Syarat Perjalanan Domestik

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Humas Pemprov Sulsel)
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Humas Pemprov Sulsel)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id –Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan keluarkan ketentuan mengenai syarat melakukan perjalanan domestik bagi warga dalam upaya mengendalikan persebaran Covid-19.

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 443.2/9037/DISKES tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1, serta Pengoptimalan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Pandemi Covid-19.

”Surat edaran yang mengatur pelaku perjalanan domestik akan tetap dievaluasi setiap pekan,” kata Pelaksana Tugas  Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman seperti dilansir dari Antara di Makassar, Jumat (24/9).

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Muhammad Ichsan Mustari mengatakan, surat edaran yang diterbitkan 20 September itu berlaku mulai 21 September sampai 4 Oktober. Surat edaran itu mencakup ketentuan mengenai persyaratan melakukan perjalanan domestik menggunakan mobil pribadi, motor, dan transportasi umum jarak jauh seperti pesawat udara, bus, kapal laut, dan kereta api, sesuai dengan level PPKM.

Di wilayah PPKM level 3, menurut ketentuan itu, pelaku perjalanan domestik diwajibkan menunjukkan kartu vaksinasi (minimal vaksinasi dosis pertama) serta hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dua hari sebelum keberangkatan bagi pengguna pesawat udara. Selain itu, hasil negatif tes antigen yang sampelnya diambil sehari sebelum keberangkatan untuk pengguna mobil pribadi, motor, bus, kereta api, dan kapal laut.

Pelaku perjalanan antarkota atau kabupaten di dalam Provinsi Sulawesi Selatan yang menggunakan pesawat udara diminta menunjukkan hasil negatif tes antigen bagi yang sudah mendapat vaksinasi dosis kedua dan hasil negatif tes PCR jika baru mendapat vaksinasi dosis pertama. Menurut ketentuan, pelaku perjalanan domestik juga harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Tonton juga: 

”Kewajiban memiliki kartu vaksinasi dikecualikan bagi sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya,” terang Andi Sudirman Sulaiman.

Sementara itu, di daerah PPKM level 2 dan 1, pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat udara menuju ke wilayah Provinsi Sulawesi Selatan diminta menunjukkan hasil negatif tes antigen bagi yang sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua dan hasil negatif tes PCR bagi yang baru memperoleh vaksinasi dosis pertama. Pelaku perjalanan yang menggunakan pesawat udara menuju ke luar Provinsi Sulawesi Selatan juga harus menunjukkan hasil negatif pemeriksaan Covid-19 menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

”Pelaku perjalanan antarkota atau kabupaten di dalam Provinsi Sulawesi Selatan yang menggunakan pesawat diminta menunjukkan hasil negatif tes antigen bagi yang sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua dan hasil negatif tes PCR bagi yang baru memperoleh vaksinasi dosis pertama,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam penggunaan sarana transportasi umum lain seperti kendaraan umum, angkutan masal, taksi, ojek, dan kendaraan sewa, jumlah penumpang dan jam operasional, menurut ketentuan harus diatur agar tidak sampai menimbulkan kerumunan. Sebab, hal itu bisa meningkatkan risiko penularan virus korona.

”Selain itu, protokol kesehatan harus dijalankan di dalam sarana angkutan umum,” ucap Andi Sudirman Sulaiman.

Di Sulawesi Selatan, daerah penerapan PPKM level 2 meliputi Kepulauan Selayar, Bulukumba, Jeneponto,Takalar, Gowa, Bone, Maros, Pangkajene Kepulauan, Barru, Wajo, Sidenreng Rappang, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Toraja Utara, Makassar, Parepare, dan Palopo. Sedangkan Kabupaten Bantaeng, Sinjai, Soppeng, Pinrang, Tana Toraja, dan Luwu Timur, masuk dalam kategori PPKM level 2. (jpc/jm)

  • Dipublish : 24 September 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami