Pemulangan WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Diputuskan Besok

FOTO: AFP CEK KONDISI PENUMPANG: Seorang petugas mengecek kondisi kesehatan penumpang saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (23/2).
FOTO: AFP CEK KONDISI PENUMPANG: Seorang petugas mengecek kondisi kesehatan penumpang saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (23/2).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah akan memutuskan opsi pemulangan WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, Jepang, ke Indonesia menggunakan transportasi laut atau udara, Selasa (25/2). Apa pun skenarionya pemerintah telah menyiapkan rumah sakit terapung KRI dr Soeharso untuk memulangkan WNI yang berada di kapal pesiar tersebut.

”Salah satu kelemahannya butuh waktu lama untuk tiba di Indonesia kalau menggunakan jalur laut. Alternatif lain menggunakan pesawat terbang namun menggunakan transportasi udara masih belum ada keputusan sampai kini. Tapi nanti akan diputuskan Selasa, usai rapat membahas pemulangan WNI,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada pers di Rancaekek, Jawa Barat, Minggu (23/2).

Sesuai informasi dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo, Jepang dan Kemenlu, WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, berjumlah 78 orang. Dari total WNI itu, sebanyak 74 orang dinyatakan sehat, namun empat WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus COVID-19 telah dirawat di rumah sakit di Jepang dengan standar protokol Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan belum mendapatkan pernyataan resmi dari pemerintah Jepang yang menanggapi berita bahwa seorang pria Jepang dinyatakan positif mengindap virus corona baru atau COVID-19 tak lama setelah pulang dari Indonesia.

”Tidak jelas ya. Saya sendiri sudah tanyakan itu ke national focal pointnya Jepang semalam sampai sekarang belum dijawab,” terang Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.

Ia menyebut pihak Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan (Ministry of Health, Labour, and Welfare) Jepang terkait dengan benar atau tidaknya informasi itu pada Sabtu (22/2), namun masih menunggu jawaban dari pihak kementerian. ”Belum ada, saya belum mendapatkan notifikasi dari pemerintah Jepang dari Ministry of Health, Labour, and Welfare. Saya tidak bisa komentar lebih lanjut kalau notifikasinya belum ada,” kata dia.

Pertumbuhan kasus COVID-19 kembali dilaporkan menurun, yaitu 599 kasus baru sepanjang Sabtu (22/2), berdasarkan data resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Data laporan situasi harian resmi dari WHO yang dikutip di Jakarta, Minggu, penambahan kasus COVID-19 baru yang terkonfirmasi 599 kasus menjadi total 77.794 kasus positif secara global.

Sebelumnya, dikutip dari theJakartaPost, seorang pria Jepang dinyatakan positif mengidap penyakit COVID-19, tak lama setelah kembali dari kunjungan ke Indonesia, sebagaimana dilaporkan penyiar publik Jepang NHK. Menurut laporan NHK, pemerintah metropolitan Tokyo mengumumkan pada Sabtu (22/2) bahwa pria itu, seorang warga Tokyo berusia 60-an tahun telah terinfeksi virus corona baru.

Pria itu seorang anggota staf sebuah fasilitas perawatan senior, mengunjungi sebuah institusi perawatan kesehatan pada 12 Februari setelah dia mengalami gejala-gejala seperti pilek, tetapi kembali ke rumah pada hari yang sama karena dia tidak didiagnosis menderita pneumonia.

Dia dilaporkan bepergian ke Indonesia saat liburan keluarga pada 15 Februari. Laporan NHK tidak menentukan tujuan pasti pria itu di Indonesia. Pria itu dirawat di rumah sakit setelah kembali ke Jepang pada 19 Februari karena kesulitan bernafas, dan dikatakan dalam kondisi serius. (fin/ful/jm)

  • Dipublish : 24 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami